Mensos sarankan Sumatera Barat tiru mitigasi Gunung Merapi
Kamis, 16 Mei 2024 17:13 WIB
Warga bergotong royong menarik barang-barang yang terdampak banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Agam. (ANTARA/Muhammad Zulfikar).
Kabupaten Tanah Datar (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini menyarankan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk meniru langkah mitigasi yang dilakukan masyarakat di sekitar kaki Gunung Merapi yang terletak di Jawa Tengah.
"Kita mencontoh Merapi. Mitigasi Merapi itu bagus sekali," kata Mensos RI Tri Rismaharini saat meninjau lokasi terdampak bencana lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar, Kamis.
Baca juga: Mensos minta tenda pengungsian banjir lahar dingin direlokasi ke tempat lebih aman
Menurut eks Wali Kota Surabaya tersebut, mitigasi bencana Gunung Merapi mengedepankan aspek kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah hingga relawan.
Bentuk mitigasi yang dilakukan yakni setiap malamnya masyarakat secara bergantian bertugas memantau aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi tanda-tanda erupsi, maka segera diinformasikan kepada penduduk setempat.
Mitigasi tersebut penting dan mendesak diterapkan terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kaki Gunung Marapi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL). Secara khusus Mensos menekankan mitigasi bencana itu kepada para relawan terutama personel taruna siaga bencana atau tagana.
Namun, kata Risma, hal tersebut hanya bisa berhasil diterapkan apabila warga saling bersinergi. Selain itu, sebelum diimplementasikan penduduk juga perlu mendapatkan pemahaman serta simulasi mitigasi kebencanaan.
Baca juga: Mensos sarankan segera relokasi warga di zona likuefaksi
Tujuannya agar ketika terjadi bencana erupsi atau banjir lahar dingin masyarakat sudah mengetahui langkah yang harus dilakukan. Kemudian, Mensos juga menekankan pentingnya membuat jalur-jalur evakuasi.
"Kita harus menyiapkan peta-peta lokasi rawan longsor agar masyarakat tidak mudah mendirikan bangunan di situ termasuk jalur-jalur evakuasi," ujar Mensos.
Secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah memperketat pemantauan aktivitas Gunung Marapi dan Gunung Singgalang guna mengantisipasi terjadinya bencana susulan pascabanjir bandang lahar dingin.
Letjen TNI Suharyanto mengatakan tim penanganan bencana termasuk Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terus memantau apabila ada potensi bencana susulan akibat intensitas hujan.
Baca juga: Kunjungi daerah bencana Agam, Mensos Risma minta warga diungsikan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos sarankan Sumatera Barat tiru mitigasi Gunung Merapi
"Kita mencontoh Merapi. Mitigasi Merapi itu bagus sekali," kata Mensos RI Tri Rismaharini saat meninjau lokasi terdampak bencana lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar, Kamis.
Baca juga: Mensos minta tenda pengungsian banjir lahar dingin direlokasi ke tempat lebih aman
Menurut eks Wali Kota Surabaya tersebut, mitigasi bencana Gunung Merapi mengedepankan aspek kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah hingga relawan.
Bentuk mitigasi yang dilakukan yakni setiap malamnya masyarakat secara bergantian bertugas memantau aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi tanda-tanda erupsi, maka segera diinformasikan kepada penduduk setempat.
Mitigasi tersebut penting dan mendesak diterapkan terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kaki Gunung Marapi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL). Secara khusus Mensos menekankan mitigasi bencana itu kepada para relawan terutama personel taruna siaga bencana atau tagana.
Namun, kata Risma, hal tersebut hanya bisa berhasil diterapkan apabila warga saling bersinergi. Selain itu, sebelum diimplementasikan penduduk juga perlu mendapatkan pemahaman serta simulasi mitigasi kebencanaan.
Baca juga: Mensos sarankan segera relokasi warga di zona likuefaksi
Tujuannya agar ketika terjadi bencana erupsi atau banjir lahar dingin masyarakat sudah mengetahui langkah yang harus dilakukan. Kemudian, Mensos juga menekankan pentingnya membuat jalur-jalur evakuasi.
"Kita harus menyiapkan peta-peta lokasi rawan longsor agar masyarakat tidak mudah mendirikan bangunan di situ termasuk jalur-jalur evakuasi," ujar Mensos.
Secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah memperketat pemantauan aktivitas Gunung Marapi dan Gunung Singgalang guna mengantisipasi terjadinya bencana susulan pascabanjir bandang lahar dingin.
Letjen TNI Suharyanto mengatakan tim penanganan bencana termasuk Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terus memantau apabila ada potensi bencana susulan akibat intensitas hujan.
Baca juga: Kunjungi daerah bencana Agam, Mensos Risma minta warga diungsikan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos sarankan Sumatera Barat tiru mitigasi Gunung Merapi
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemensos kirim tim untuk petakan mitigasi gempa megathrust di Mentawai
21 August 2024 15:48 WIB, 2024
Mensos Risma bantu relawan memasak di dapur pengungsian bencana saat tengah malam
21 May 2024 4:27 WIB, 2024
Mensos minta tenda pengungsian banjir lahar dingin direlokasi ke tempat lebih aman
16 May 2024 14:05 WIB, 2024
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB