Jakarta, (Antara) - Partai Demokrat DPR RI merotasi pimpinan fraksi, komisi, dan alat kelengkapan di DPR RI menjelang Pemilu Legislatif 2014. "Rotasi ini adalah bagian dari kegiatan rutin partai dan tidak ada kaitannya dengan hal-hal lain," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Nurhayati Ali Assegaf di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu. Sebelumnya beredar rumors bahwa rotasi pimpinan fraksi, komisi, dan alat kelengkapan Dewan tersebut dilakukan untuk mengganti para loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Nurhayati menegaskan, adalah sebuah keniscayaan yang dilakukan oleh semua fraksi di DPR RI. "Fraksi-fraksi lainnya sudah lebih dulu melakukan rotasi, sedangkan Fraksi Partai Demokrat baru saat ini," katanya. Ia menambahkan, rotasi pimpinan fraksi, komisi, dan alat kelengkapan Dewan ini sudah direncanakan sejak lama, meskipun baru direalisasikan saat ini. Ketika ditanyakan, mengapa baru direalisasikan saat ini? Apakah karena sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI turut menghadiri deklarasi Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang didirikan oleh Anas Urbaningrum di Jakarta, pada Minggu (15/9), Nurhayati menegaskan rotasi ini terkait dengan deklarasi Ormas PPI karena Ormas tersebut memang tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat. "Rotasi ini tidak ada kaitannya dengan Anas Urbaningrum, tapi jika ada pihak-pihak yang mengaitkannya silakan saja," katanya. Nama-nama pimpinan fraksi, komisi, dan alat kelengkapam yang dirotasi antara lain, Teuku Riefly Harsya diangkat sebagai Sekretaris Fraksi menggantikan Saan Mustopa, Ruhut Sitompul diangkat sebagai Ketua Komisi III menggantikan Gede Pasek Suardikan, Michael Watimena diangkat menjadi Wakil Ketua Komisi V menggantikan Mulyadi. Kemudian, Azam Azaman natawijaya diangkat sebagai Wakil Ketua Komisi VI menggantikan Benny K Harman, Mahrus Munir menggantikan Gondo Radityo Gambiro, dan Wayan Sugiana diangkat sebagai Wakil Ketua Komisi X menggantikan Agus Hermanto. Nama lainnya yang juga dirotasi sebelumnya, adalah Khatibul Umam Wiranu diangkat sebagai Wakil Ketua Komisi II menggantikan Taufik Effendy yang mengundurkan diri dari Partai Demokrat karena menjadi caleg dari partai politik lainnya. (*/jno)