Menko PMK ingatkan Sumbar serius rancang pencegahan bencana alam
Kamis, 25 April 2024 18:29 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan paparan terkait kebencanaan di Provinsi Sumbar di Padang, Kamis (25/4/2024). ANTARA/Fandi Yogari
Padang (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar serius merancang langkah pencegahan risiko bencana di Ranah Minang.
"Sumatera Barat ini provinsi yang paling rentan terhadap ancaman bencana alam sehingga butuh langkah serius menyikapinya," kata Menko PMK Muhadjir Effendy di Padang, Kamis.
Hal itu disampaikan Menko PMK pada seminar nasional dan simulasi bencana komunitas Muhammadiyah Disaster Management Center Sumbar di Kota Padang.
Muhadjir mengatakan potensi atau risiko gempa dalam skala besar, ancaman letusan gunung berapi, tsunami, banjir, tanah longsor dan lain sebagainya cukup besar di daerah itu.
Belum lagi kontur tanah di Ranah Minang tergolong gembur sehingga cukup rawan terjadi longsor. Oleh karena itu, pemerintah atau pemangku kepentingan terkait wajib menyiapkan berbagai langkah mitigasi kebencanaan.
Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2024, Muhadjir berpesan agar pendidikan tentang kebencanaan dimasukkan ke dalam kurikulum intrakurikuler.
"Artinya, harus ada mata pelajaran khusus tentang kebencanaan di Sumbar," saran dia.
Apabila hal tersebut diimplementasikan pemerintah daerah, eks Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menyarankan agar mata pelajaran kebencanaan tidak membahas bencana secara umum, melainkan lebih spesifik terkait bencana yang sering terjadi di Ranah Minang.
Kemudian setelah dimasukkan ke dalam kurikulum, setiap satuan pendidikan juga diharuskan untuk melakukan simulasi secara berkala kepada anak didik. Tujuannya agar masyarakat terutama anak didik mengetahui langkah apa saja yang akan dilakukan jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan lain sebagainya.
"Simulasi ini bertujuan memelihara kewaspadaan. Jangan sampai sudah sekian tahun tidak ada bencana, simulasi juga ditiadakan," kata dia mengingatkan.
Sebab, berkaca dari beberapa kejadian bencana alam di tanah air, banyaknya korban jiwa salah satunya diakibatkan oleh masyarakat lupa berada di zona rawan bencana sehingga lalai terhadap simulasi kebencanaan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PMK ingatkan Sumbar serius rancang pencegahan bencana alam
"Sumatera Barat ini provinsi yang paling rentan terhadap ancaman bencana alam sehingga butuh langkah serius menyikapinya," kata Menko PMK Muhadjir Effendy di Padang, Kamis.
Hal itu disampaikan Menko PMK pada seminar nasional dan simulasi bencana komunitas Muhammadiyah Disaster Management Center Sumbar di Kota Padang.
Muhadjir mengatakan potensi atau risiko gempa dalam skala besar, ancaman letusan gunung berapi, tsunami, banjir, tanah longsor dan lain sebagainya cukup besar di daerah itu.
Belum lagi kontur tanah di Ranah Minang tergolong gembur sehingga cukup rawan terjadi longsor. Oleh karena itu, pemerintah atau pemangku kepentingan terkait wajib menyiapkan berbagai langkah mitigasi kebencanaan.
Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2024, Muhadjir berpesan agar pendidikan tentang kebencanaan dimasukkan ke dalam kurikulum intrakurikuler.
"Artinya, harus ada mata pelajaran khusus tentang kebencanaan di Sumbar," saran dia.
Apabila hal tersebut diimplementasikan pemerintah daerah, eks Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menyarankan agar mata pelajaran kebencanaan tidak membahas bencana secara umum, melainkan lebih spesifik terkait bencana yang sering terjadi di Ranah Minang.
Kemudian setelah dimasukkan ke dalam kurikulum, setiap satuan pendidikan juga diharuskan untuk melakukan simulasi secara berkala kepada anak didik. Tujuannya agar masyarakat terutama anak didik mengetahui langkah apa saja yang akan dilakukan jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan lain sebagainya.
"Simulasi ini bertujuan memelihara kewaspadaan. Jangan sampai sudah sekian tahun tidak ada bencana, simulasi juga ditiadakan," kata dia mengingatkan.
Sebab, berkaca dari beberapa kejadian bencana alam di tanah air, banyaknya korban jiwa salah satunya diakibatkan oleh masyarakat lupa berada di zona rawan bencana sehingga lalai terhadap simulasi kebencanaan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PMK ingatkan Sumbar serius rancang pencegahan bencana alam
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Agam pantau hulu sungai mengalir ke Danau Maninjau rawan banjir bandang
10 January 2026 9:17 WIB
Polisi tingkatkan pengamanan jalur rawan kejahatan Lintas Bengkulu - Sumsel
31 December 2025 10:25 WIB
Wako Bukittinggi minta warga tidak tempati daerah rawan longsor Ngarai Sianok
26 November 2025 13:50 WIB
Wali Kota Sawahlunto minta jajaran pemerintah terdepan perketat pengawasan titik rawan bencana
26 November 2025 4:18 WIB
Polres Agam fokus tiga lokasi rawan kecelakaan saat Operasi Zebra Singgalang
17 November 2025 9:47 WIB
BPBD Padang Pariaman pantau sejumlah sungai rawan banjir pasca normalisasi
16 September 2025 17:35 WIB