KPU Pasaman Barat temukan lebih dua ribu surat suara pemilu rusak
Selasa, 16 Januari 2024 18:51 WIB
Proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 sedang berlangsung. Empat hari penyortiran lebih dari dua ribu surat suara ditemukan rusak. (Antara/Altas Maulana).
Bukittinggi (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menemukan 2.532 surat suara yang rusak atau dianggap tidak layak dalam proses penyortiran yang dimulai sejak Sabtu (13/1).
"Jumlah surat suara yang tersortir itu yang ditemukan rusak mencapai 2.532 terdiri dari surat suara untuk DPR RI, presiden dan wakil presiden serta DPD RI," kata Ketua KPU Pasaman Barat Alfi Syahrin di Simpang Empat, Selasa.
Menurutnya kerusakan surat suara itu didominasi oleh banyaknya bercak atau noda tinta dari warna di percetakannya. Juga ada ditemukan gambar atau lambang partai yang tidak jelas atau buram.
Ia merinci dari total 2.532 surat suara yang rusak itu terdiri dari surat suara DPR RI sebanyak 2.438, surat suara untuk presiden dan wakil presiden sebanyak 46 dan surat suara untuk DPD RI sebanyak 48.
"Sedangkan untuk surat suara DPRD provinsi dan DPRD kabupaten masih dalam proses penyortiran," katanya.
Terhadap kerusakan itu, pihaknya juga akan mengajukan penggantian kepada KPU RI melalui KPU Provinsi Sumbar termasuk pemenuhan kurang kirim.
"Kami masih menunggu penyortiran surat suara DPRD kabupaten dan provinsi rampung. Setelah itu maka akan diajukan pergantian," sebutnya.
KPU setempat memakai sekitar 410 tenaga penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 yang dimulai sejak Sabtu (13/1) di Gedung Balerong Tuan Basamo Simpang Empat.
Penyortiran dan pelipatan surat suara itu dijadwalkan dilakukan selama 10 hari mulai 13 sampai 22 Januari 2024.
Dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara itu dilakukan per kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 sampai 10 orang.***2***
"Jumlah surat suara yang tersortir itu yang ditemukan rusak mencapai 2.532 terdiri dari surat suara untuk DPR RI, presiden dan wakil presiden serta DPD RI," kata Ketua KPU Pasaman Barat Alfi Syahrin di Simpang Empat, Selasa.
Menurutnya kerusakan surat suara itu didominasi oleh banyaknya bercak atau noda tinta dari warna di percetakannya. Juga ada ditemukan gambar atau lambang partai yang tidak jelas atau buram.
Ia merinci dari total 2.532 surat suara yang rusak itu terdiri dari surat suara DPR RI sebanyak 2.438, surat suara untuk presiden dan wakil presiden sebanyak 46 dan surat suara untuk DPD RI sebanyak 48.
"Sedangkan untuk surat suara DPRD provinsi dan DPRD kabupaten masih dalam proses penyortiran," katanya.
Terhadap kerusakan itu, pihaknya juga akan mengajukan penggantian kepada KPU RI melalui KPU Provinsi Sumbar termasuk pemenuhan kurang kirim.
"Kami masih menunggu penyortiran surat suara DPRD kabupaten dan provinsi rampung. Setelah itu maka akan diajukan pergantian," sebutnya.
KPU setempat memakai sekitar 410 tenaga penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 yang dimulai sejak Sabtu (13/1) di Gedung Balerong Tuan Basamo Simpang Empat.
Penyortiran dan pelipatan surat suara itu dijadwalkan dilakukan selama 10 hari mulai 13 sampai 22 Januari 2024.
Dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara itu dilakukan per kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 sampai 10 orang.***2***
Pewarta : Alfatah
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar bersama Pemkab Pasaman Barat resmikan jembatan menuju Pelabuhan Teluk Tapang
13 February 2026 20:30 WIB
Satgas Saber Pangan Pasaman Barat pastikan stok pangan jelang Ramadhan cukup
13 February 2026 20:29 WIB
Pasaman Barat peroleh bantuan perbaikan 52 unit rumah rusak akibat bencana
13 February 2026 20:28 WIB
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pengumpulan data yuridis PTSL 2026 di Nagari Lansek Kadok
13 February 2026 9:41 WIB
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB