ICDX proyeksikan perdagangan komoditi meningkat di 2024
Rabu, 13 Desember 2023 20:27 WIB
Direktur Utama Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nursalam (dua dari kanan). ANTARA/HO-Humas ICDX
Padang (ANTARA) - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) memproyeksikan kinerja perdagangan berjangka komoditi meningkat pada tahun 2024.
"Optimisme ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2024 diprediksi lebih baik dari tahun 2023, yakni di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen," kata Direktur Utama Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nursalam melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Sumatera Barat, Rabu.
Nursalam mengatakan kendati pada 2024 Indonesia memiliki agenda nasional yaitu pemilihan umum (pemilu), namun ICDX menyakini hal itu tidak banyak memberikan dampak negatif di sektor perdagangan berjangka komoditi.
"Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan membaik, kami lihat akan menjadi katalis positif terhadap industri perdagangan berjangka komoditi," ujar dia.
Kemudian pada 2024, ICDX akan fokus pada pengembangan dan peningkatan transaksi multilateral. Hal ini merupakan upaya untuk membawa perdagangan berjangka komoditi sebagai sarana hedging dan lindung nilai komoditas.
Saat ini ICDX memiliki produk multilateral, yaitu GOFX yang berupa kontrak gold, crude serta currency. Ke depannya produk multilateral tersebut akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebagai catatan, hingga November 2023 ICDX mencatat total transaksi perdagangan sebanyak 5.768.054 lot. Angka itu meningkat 12,81 persen dibandingkan transaksi 2022 sebesar 5.113.123 lot.
Adapun komposisi transaksi di 2023 tersebut terdiri dari 1.517.263 lot transaksi multilateral, dan 4.250.791 lot berupa transaksi di sistem perdagangan alternatif.
Catatan transaksi multilateral 2023 menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun sebelumnya, dimana pada 2022 mencapai 970.550 lot. Jika dibandingkan 2022 peningkatan transaksi multilateral pada 2023 sampai dengan November mengalami peningkatan sebesar 56,33 persen.
Sedangkan untuk transaksi di sistem perdagangan alternatif terjadi kenaikan transaksi dari 2022 ke 2023 sampai akhir November sebesar 2,61 persen dari 4.142.573 lot menjadi 4.250.790.
"Untuk 2024 kami proyeksikan total transaksi tumbuh 25 persen. ICDX telah menyiapkan berbagai agenda strategis untuk mendorong peningkatan transaksi, yaitu edukasi dan literasi berkelanjutan, pengembangan produk dan pengembangan sumber daya manusia," ujarnya lagi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ICDX proyeksikan perdagangan komoditi meningkat pada 2024
"Optimisme ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2024 diprediksi lebih baik dari tahun 2023, yakni di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen," kata Direktur Utama Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nursalam melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Sumatera Barat, Rabu.
Nursalam mengatakan kendati pada 2024 Indonesia memiliki agenda nasional yaitu pemilihan umum (pemilu), namun ICDX menyakini hal itu tidak banyak memberikan dampak negatif di sektor perdagangan berjangka komoditi.
"Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan membaik, kami lihat akan menjadi katalis positif terhadap industri perdagangan berjangka komoditi," ujar dia.
Kemudian pada 2024, ICDX akan fokus pada pengembangan dan peningkatan transaksi multilateral. Hal ini merupakan upaya untuk membawa perdagangan berjangka komoditi sebagai sarana hedging dan lindung nilai komoditas.
Saat ini ICDX memiliki produk multilateral, yaitu GOFX yang berupa kontrak gold, crude serta currency. Ke depannya produk multilateral tersebut akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebagai catatan, hingga November 2023 ICDX mencatat total transaksi perdagangan sebanyak 5.768.054 lot. Angka itu meningkat 12,81 persen dibandingkan transaksi 2022 sebesar 5.113.123 lot.
Adapun komposisi transaksi di 2023 tersebut terdiri dari 1.517.263 lot transaksi multilateral, dan 4.250.791 lot berupa transaksi di sistem perdagangan alternatif.
Catatan transaksi multilateral 2023 menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun sebelumnya, dimana pada 2022 mencapai 970.550 lot. Jika dibandingkan 2022 peningkatan transaksi multilateral pada 2023 sampai dengan November mengalami peningkatan sebesar 56,33 persen.
Sedangkan untuk transaksi di sistem perdagangan alternatif terjadi kenaikan transaksi dari 2022 ke 2023 sampai akhir November sebesar 2,61 persen dari 4.142.573 lot menjadi 4.250.790.
"Untuk 2024 kami proyeksikan total transaksi tumbuh 25 persen. ICDX telah menyiapkan berbagai agenda strategis untuk mendorong peningkatan transaksi, yaitu edukasi dan literasi berkelanjutan, pengembangan produk dan pengembangan sumber daya manusia," ujarnya lagi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ICDX proyeksikan perdagangan komoditi meningkat pada 2024
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini Alasan Investor Perlu Memahami Kontrak Derivatif Komoditi Sebelum Berinvestasi
13 March 2025 10:40 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB