Padang (ANTARA) - Ahli Geologi Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Ade Edward meyakini struktur batuan unik yang ditemukan warga di Korong Surantih, Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman bukan karya manusia.

"Setelah saya perhatikan, struktur batuan itu bukan karya manusia. Tidak tampak sentuhan tangan manusia untuk menciptakan pola bebatuan seperti itu," katanya di Padang, Kamis.

Menurutnya memang ada beberapa batu yang berbentuk menyerupai lesung, tapi itu bukan buatan manusia, tetapi terbentuk secara alami.

Ia menyebut struktur batuan itu biasa dikenal sebagai colomnar joint. Columnar joint adalah salah satu fenomena struktur geologi yang terdiri dari kolom-kolom poligonal. Biasanya berbentuk batang-batang poligonal persegi delapan, persegi enam dan persegi dan tersusun relatif seragam dengan rapi.

"Bahwa itu ada bentukan yang teratur, garis-garis sejajar di batu, berbentuk gelombang, itu alamiah. Begitu juga susunannya. Tidak ada campur tangan manusia untuk membentuknya menyerupai struktur tertentu," ujarnya.

Ia menjelaskan struktur geologi kekar kolom atau kekar tiang atau columnar joint pada jenis batuan andesit basaltik. Struktur geologi kekar kolom terbentuk alami.

Menurut Ade, fenomena geologi ini terjadi karena adanya gaya pengkerutan yang terjadi saat proses pendinginan aliran magma menjadi batuan di bawah permukaan.

"Ini merupakan fenomena langka yang termasuk jarang ditemui tersingkap kepermukaan," katanya.

Di dunia, sambung Ade, jumlah columnar joint tidaklah banyak. Dan menurutnya, di Sumbar baru di lokasi inilah struktur kekal kolom yang relatif sempurna keseragamannya ditemukan muncul kepermukaan dalam ukuran relatif besar.

"Kami dari inisiator dan ahli geologi Geopark Ranah Minang sudah hampir 4 tahun mencari-cari struktur columnar joint seperti ini yang termasuk langka ditemukan tersingkap kepermukaan," ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman menemukan susunan bebatuan unik di Bukik Paladangan Korong Surantiah Nagari Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Sumatra Barat.*
 

Pewarta : Miko Elfisha
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2024