Rupiah terdongkrak ekspektasi neraca perdagangan surplus
Senin, 16 Januari 2023 10:41 WIB
Ilustrasi - Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi menguat tajam seiring ekspektasi pasar terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2022.
Rupiah pagi ini menguat 123 poin atau 0,81 persen ke posisi Rp15.026 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Jumat (13/1) Rp15.149 per dolar AS.
"Data neraca perdagangan bulan Desember yang akan dipublikasikan di hari ini dan kemungkinan kita perkirakan masih akan terjadi surplus yang masih cukup tinggi, mungkin masih di atas 4 miliar dolar AS," kata Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Surplus neraca perdagangan pada Desember 2022 diperkirakan masih di atas 4 miliar dolar AS. Sementara pada November 2022, neraca perdagangan Indonesia surplus 5,16 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 24,12 miliar dolar AS dan impor 18,96 miliar dolar AS. Surplus tersebut merupakan surplus ke-31 bulan berturut-turut yang dicapai Indonesia sejak Mei 2020.
Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman, neraca dagang pada Desember 2022 diperkirakan akan surplus 4,76 miliar dolar AS atau lebih rendah dibandingkan surplus pada November 2022 sebesar 5,16 miliar dolar AS karena kinerja ekspor yang lesu akibat penurunan harga komoditas dan pelemahan permintaan global.
Ekspor diperkirakan terkontraksi sebesar 0,24 persen pada Desember 2022 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun secara tahunan ekspor masih tumbuh sebesar 7,62 persen atau menguat dibandingkan pertumbuhan pada November 2022 yang sebesar 5,58 persen.
Rully memperkirakan hari ini nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.000 per dolar AS hingga Rp15.100 per dolar AS.
Penopang penguatan rupiah terhadap dolar AS lain adalah perkembangan inflasi di Amerika Serikat (AS) yang trennya terus mengalami penurunan.
Inflasi AS pada Desember 2022 melambat menjadi 6,5 persen (yoy) dari bulan sebelumnya 7,1 persen (yoy). Perlambatan itu sesuai dengan ekspektasi pasar. Selain itu inflasi inti juga melambat menjadi 5,7 persen (yoy) dibandingkan sebelumnya 6 persen (yoy).
Pada Jumat (13/1), rupiah menguat 190 poin atau 1,24 persen ke posisi Rp15.149 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.339 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat tajam ditopang ekspektasi neraca perdagangan surplus
Rupiah pagi ini menguat 123 poin atau 0,81 persen ke posisi Rp15.026 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Jumat (13/1) Rp15.149 per dolar AS.
"Data neraca perdagangan bulan Desember yang akan dipublikasikan di hari ini dan kemungkinan kita perkirakan masih akan terjadi surplus yang masih cukup tinggi, mungkin masih di atas 4 miliar dolar AS," kata Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Surplus neraca perdagangan pada Desember 2022 diperkirakan masih di atas 4 miliar dolar AS. Sementara pada November 2022, neraca perdagangan Indonesia surplus 5,16 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 24,12 miliar dolar AS dan impor 18,96 miliar dolar AS. Surplus tersebut merupakan surplus ke-31 bulan berturut-turut yang dicapai Indonesia sejak Mei 2020.
Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman, neraca dagang pada Desember 2022 diperkirakan akan surplus 4,76 miliar dolar AS atau lebih rendah dibandingkan surplus pada November 2022 sebesar 5,16 miliar dolar AS karena kinerja ekspor yang lesu akibat penurunan harga komoditas dan pelemahan permintaan global.
Ekspor diperkirakan terkontraksi sebesar 0,24 persen pada Desember 2022 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun secara tahunan ekspor masih tumbuh sebesar 7,62 persen atau menguat dibandingkan pertumbuhan pada November 2022 yang sebesar 5,58 persen.
Rully memperkirakan hari ini nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.000 per dolar AS hingga Rp15.100 per dolar AS.
Penopang penguatan rupiah terhadap dolar AS lain adalah perkembangan inflasi di Amerika Serikat (AS) yang trennya terus mengalami penurunan.
Inflasi AS pada Desember 2022 melambat menjadi 6,5 persen (yoy) dari bulan sebelumnya 7,1 persen (yoy). Perlambatan itu sesuai dengan ekspektasi pasar. Selain itu inflasi inti juga melambat menjadi 5,7 persen (yoy) dibandingkan sebelumnya 6 persen (yoy).
Pada Jumat (13/1), rupiah menguat 190 poin atau 1,24 persen ke posisi Rp15.149 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.339 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat tajam ditopang ekspektasi neraca perdagangan surplus
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB