Lhokseumawe diguncang 10 kali gempa dalam 24 jam terakhir
Selasa, 3 Januari 2023 20:28 WIB
Grafis BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar terkait gempa bumi susulan di Lhokseumawe dengan magnitudo 4,1 pada Selasa (3/1/2023). ANTARA/HO/Dok BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar
Banda Aceh (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat Kota Lhokseumawe diguncang 10 kali gempa dalam 24 jam terakhir.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin di Aceh Besar, Selasa, mengatakan rentetan gempa tersebut merupakan gempa tektonik, dengan pusat di laut dan tidak berpotensi tsunami.
"Ada 10 kali gempa dengan magnitudo berbeda-beda dalam rentang waktu 24 jam atau sehari terakhir, sejak Senin (2/1) pukul 17.15 WIB," kata Andi Azhar Rusdin.
Ia mengatakan rangkaian gempa mengguncang Kota Lhokseumawe dan sekitarnya tersebut diawali dengan gempa bermagnitudo 3,0 pada Senin (2/1) pukul 17.15 WIB
Pusat gempa di laut, berada 24 kilometer barat laut Kota Lhokseumawe dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami, kata Andi Azhar.
Kemudian, gempa pada pukul 17.40 WIB dengan magnitudo 4,9 dengan kedalaman 10 kilometer dengan pusat gempa di laut, pada jarak 29 kilometer barat laut Kota Lhokseumawe.
"Ini gempa utama, dapat dirasakan masyarakat di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan sekitarnya. Gempa bumi tektonik ini juga tidak berpotensi tsunami," katanya.
Setelah gempa utama tersebut terjadi delapan gempa susulan dan terakhir terjadi pada Selasa (3/1) pukul 13.40 WIB dengan magnitudo 4,1. Pusat gempa di laut, berjarak 30 kilometer barat laut Kota Lhokseumawe.
"Untuk potensi gempa susulan masih sangat mungkin terjadi, namun kami berharap tidak terjadi gempa yang lebih besar dari gempa utama kemarin dengan magnitudo 4,9," kata Andi Azhar.
Sejauh ini, kata Andi Azhar, pihaknya belum mendapatkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe maupun BPBD Kabupaten Aceh Utara terkait kerusakan akibat gempa tersebut.
"Kekuatan gempa utama yang bermagnitudo 4,9 masuk kategori menengah. Selain guncangan gempa juga dipengaruhi jarak dari pusat gempa bumi," kata Andi Azhar Rusdin.
Andi menyebutkan dengan memperhatikan episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Lhokseumawe.
"Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," kata Andi Azhar Rusdin.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Lhokseumawe diguncang 10 kali gempa dalam 24 jam terakhir
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin di Aceh Besar, Selasa, mengatakan rentetan gempa tersebut merupakan gempa tektonik, dengan pusat di laut dan tidak berpotensi tsunami.
"Ada 10 kali gempa dengan magnitudo berbeda-beda dalam rentang waktu 24 jam atau sehari terakhir, sejak Senin (2/1) pukul 17.15 WIB," kata Andi Azhar Rusdin.
Ia mengatakan rangkaian gempa mengguncang Kota Lhokseumawe dan sekitarnya tersebut diawali dengan gempa bermagnitudo 3,0 pada Senin (2/1) pukul 17.15 WIB
Pusat gempa di laut, berada 24 kilometer barat laut Kota Lhokseumawe dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami, kata Andi Azhar.
Kemudian, gempa pada pukul 17.40 WIB dengan magnitudo 4,9 dengan kedalaman 10 kilometer dengan pusat gempa di laut, pada jarak 29 kilometer barat laut Kota Lhokseumawe.
"Ini gempa utama, dapat dirasakan masyarakat di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan sekitarnya. Gempa bumi tektonik ini juga tidak berpotensi tsunami," katanya.
Setelah gempa utama tersebut terjadi delapan gempa susulan dan terakhir terjadi pada Selasa (3/1) pukul 13.40 WIB dengan magnitudo 4,1. Pusat gempa di laut, berjarak 30 kilometer barat laut Kota Lhokseumawe.
"Untuk potensi gempa susulan masih sangat mungkin terjadi, namun kami berharap tidak terjadi gempa yang lebih besar dari gempa utama kemarin dengan magnitudo 4,9," kata Andi Azhar.
Sejauh ini, kata Andi Azhar, pihaknya belum mendapatkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe maupun BPBD Kabupaten Aceh Utara terkait kerusakan akibat gempa tersebut.
"Kekuatan gempa utama yang bermagnitudo 4,9 masuk kategori menengah. Selain guncangan gempa juga dipengaruhi jarak dari pusat gempa bumi," kata Andi Azhar Rusdin.
Andi menyebutkan dengan memperhatikan episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Lhokseumawe.
"Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," kata Andi Azhar Rusdin.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Lhokseumawe diguncang 10 kali gempa dalam 24 jam terakhir
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pendampingan Kejari Lhokseumawe terhadap RS Arun demi mendongkrak penerimaan devisa daerah
05 January 2025 13:54 WIB, 2025
Mendorong perbaikan sistem di RS Arun Lhokseumawe Aceh usai tersandung perkara hukum
21 December 2024 19:08 WIB, 2024
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB