Tips cegah anak kena Omicron
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac pada seorang anak saat vaksinasi massal anak usia enam hingga 11 tahun di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (28/12/2021). (ANTARA FOTO/SISWOWIDODO)
Dr. Allison Messina, kepala penyakit menular di Johns Hopkins All Children's Hospital di St. Petersburg, Florida, dan Dr. Sarah Ash Combs, dari Children's National Hospital di Washington, DC memberikan lima tips mereka.
1. Jadikan Omicron hal serius terutama jika anak belum divaksinasi
Kondisi COVID-19 parah termasuk varian omicron, tetap jarang terjadi di antara anak-anak. Tetapi para ahli kesehatan mengatakan, orang muda tidak kebal dari virus, atau dari penyakit parah dan kematian.
"Saya pribadi telah melihat banyak anak yang sebelumnya sehat terkena COVID-19. Saya pikir sebagai orang tua, Anda ingin melakukan apa pun yang Anda bisa untuk mencegah anak Anda dalam situasi itu," kata Ash Combs seperti dikutip dari ABC News, Senin.
Dengan hadirnya Omicron, para ahli kesehatan mengatakan peningkatan jumlah kasus dan rawat inap di antara anak-anak bukan karena varian menyerang mereka tetapi lebih mungkin karena fakta sebagian besar anak di bawah usia 18 tahun masih belum divaksinasi.
Di sisi lain, Messina khawatir para peneliti belum tahu apakah Omicron itu sendiri menyebabkan gejala yang lebih ringan atau apakah bisa lebih ringan karena mereka divaksinasi COVID-19.
"Yang saya khawatirkan, anak-anak relatif belum divaksinasi. Anak-anak pada umumnya tidak memiliki kekebalan dasar seperti yang dimiliki orang dewasa," kata dia.
Baik Messina maupun Ash Combs sependapat, hal pertama yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi anak-anak mereka dari COVID-19 yakni memberikan mereka vaksin dan memastikan orang dewasa yang berinteraksi dengan anak-anak juga divaksinasi termasuk suntikan booster.
2. Tetap bermasker di tempat umum, terutama di dalam ruangan
Seiring penyebaran Omicron dan kasus COVID-19 terus meningkat, Messina dan Ash Combs mengatakan semua orang harus mengenakan masker saat berada di tempat umum, terutama di ruang dalam ruangan seperti toko kelontong.
"Saya akan memberi tahu orang tua, ya, kembali ke tindakan sebelumnya yang biasa Anda lakukan, seperti mengenakan masker, " kata Ash Combs.
Dia menganjurkan anak-anak juga tetap mengenakan masker ke sekolah baik yang divaksinasi maupun belum karena benda itu memberikan perlindungan multi-level.
Selain itu, mengikuti protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan menjaga jarak juga penting dilakukan.
3. Jika ragu, asumsikan COVID-19
Banyak gejala Omicron termasuk sakit tenggorokan, pilek, demam dan batuk yang sangat mirip dengan flu dan pilek biasa.
Akibatnya, satu-satunya cara untuk benar-benar mendiagnosis anak Anda adalah dengan melakukan tes COVID-19.
"Agar benar-benar aman, melakukan tes adalah kuncinya," tutur Ash Combs.
Jika orang tua tidak yakin apakah anak mereka menderita COVID-19 atau pilek, misalnya, Ash Combs mengatakan untuk menganggap itu COVID dan mengikuti protokol kesehatan misalnya dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) terkait isolasi.
4. Kurangi pertemuan besar dengan keluarga lain
Jika keluarga Anda berkumpul dengan orang-orang di luar rumah tangga Anda, perlindungan terbaik yakni memastikan semua orang yang berhubungan dengan keluarga Anda telah divaksinasi.
Messina mengatakan keluarga juga harus mempertimbangkan untuk mengurangi kegiatan sosial mereka. Dia menyarankan Anda bersikaplah sedikit lebih berhati-hati.
"Di saat seperti ini dengan hadirnya Omicron, ketika kita melihat begitu banyak kasus sekarang dan kita mungkin benar-benar belum mencapai puncaknya, inilah saatnya untuk lebih memperhatikan membatasi waktu pertemuan besar, setidaknya sampai jumlah kasus mulai menurun," kata dia.
Kemudian, apakah orang tua memutuskan untuk membiarkan anak mereka pergi bermain atau berkumpul dengan teman juga dapat bergantung pada usia mereka. Ash Combs mencatat, anak-anak yang berusia lebih besar dan divaksinasi dapat memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk bersama.
Seperti banyak hal yang terjadi selama pandemi, Ash Combs mengatakan keadaan dapat berubah dan orang tua harus menyesuaikannya.
"Setiap situasi akan berubah, jadi nilai kembali hari demi hari, minggu demi minggu," kata dia.
5. Jaga kebersihan tetapi jangan terlalu stres
Sejak awal pandemi COVID-19, banyak orang membersihkan semua yang berhubungan dengan anak-anak, tetapi para ahli mengatakan sekarang setelah kita tahu lebih banyak tentang virus, orang tua tidak perlu sampai mengelami stres.
"Kami tahu COVID-19 tidak ditularkan dengan sangat baik oleh apa yang kami sebut fomites, benda mati yang Anda sentuh. Saya rasa kita tidak perlu panik seperti yang kita lakukan pada awal-awal terhadap bahan makanan dan surat-surat," tutur Ash Combs.
Para ahli kesehatan mengatakan, selalu menjadi ide baik untuk mengajari anak-anak menjaga kebersihan tangan yang baik, termasuk sering mencuci tangan setidaknya selama 20 detik.
Menurut Ash Combs, salah satu kelompok usia yang harus diperhatikan orang tua yakni balita dan bayi yang mungkin memasukkan mainan ke dalam mulut mereka. Inilah sebabnya dia merekomendasikan untuk lebih berhati-hati dengan pertemuan anak-anak pada usia itu.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub: Cegah lonjakan kasus varian Omicron dengan protokol kesehatan
27 January 2022 18:55 WIB, 2022
Sekda Payakumbuh: Dinas luar daerah hanya yang penting guna cegah omicron
24 January 2022 15:16 WIB, 2022
Cegah keramaian, Polda Sumbar ajak masyarakat rayakan tahun baru di rumah saja
21 December 2021 14:05 WIB, 2021
Pemerintah masih pertimbangkan vaksin dosis ketiga untuk cegah varian Omicron
01 December 2021 8:04 WIB, 2021
Pemerintah tutup pintu masuk ke Indonesia untuk cegah varian Omicron
29 November 2021 6:00 WIB, 2021
Ternyata vaksin Pfizer kurang efektif lindungi anak 5-11 tahun dari Omicron
02 March 2022 7:26 WIB, 2022
Pemkot Solok gelar rapat evaluasi vaksinasi COVID-19 anak usia 6-11 tahun dan antisipasi varian omicron
11 February 2022 19:16 WIB, 2022
Berisiko fatal, dokter minta masyarakat waspadai gejala Omicron pada anak
10 January 2022 10:19 WIB, 2022
Tingkatkan kewaspadaan, Ayo pahami komponen varian Omicron dan subvariannya
07 April 2022 8:46 WIB, 2022
Enam dari 35 orang warga Pasaman Barat positif COVID-19 varian omicron
17 February 2022 20:00 WIB, 2022
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Info tol Trans Sumatera, puncak mudik Tol Kayuagung-Palembang capai 18.500 kendaraan
19 March 2026 16:34 WIB
Pusdiklat Grha Samantha Giri Padang bagikan makanan "pabukoan" di kawasan Kota Tua (Video)
02 March 2026 14:16 WIB
Penerbangan ke Timur Tengah di Soetta terjadi penundaan dampak ketegangan kawasan
01 March 2026 10:17 WIB