Pemkot Pariaman minta BUMDes kreatif kembangkan usaha
Senin, 20 Desember 2021 15:50 WIB
Wali Kota Pariaman, Sumbar, Genius Umar sedang memberikan sambutan pada rapat koordinasi antar kepala desa dengan pemerintah kota setempat beberapa hari lalu. (Antarasumbar/Aadiaat M.S)
Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat meminta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di daerah itu kreatif mengembangkan usahanya sehingga tidak hanya pada bidang pariwisata agar potensi berkembangnya lebih besar.
"Kembangkan BUMDes itu sesuai dengan potensi desanya, kalau desanya potensinya pertanian buatlah usaha berbasis pertanian, begitu juga kerajinan. Jadi jangan sama," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan Pariaman memang merupakan kota wisata namun kota tersebut juga memiliki potensi lainnya yang tidak kalah dengan pariwisata di antaranya pertanian, peternakan, dan jasa.
Jika BUMDes di Pariaman memiliki jenis usaha yang sama maka usaha tersebut tidak akan berjalan padahal dana yang dikucurkan untuk membuat usaha itu besar.
Selain itu, lanjutnya perlunya pelatihan untuk pengurus BUMDes di Kota Pariaman agar dapat mengelola usahanya dengan baik sehingga nantinya dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
"Saya minta manajemen dan pengurus BUMDes harus ditingkatkan melalui pelatihan," katanya.
Saat ini di Pariaman terdapat 44 BUMDes dari 55 desa yang ada di daerah itu. Namun dari 44 BUMDes yang telah terbentuk tersebut belum semuanya beroperasi dengan baik.
"Yang belum berjalan dengan baik ini diperlukan pembinaan khusus dari organisasi perangkat daerah terkait sesuai dengan usahanya dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)," ujarnya.
Kepala DPMD Kota Pariaman, Hendri mengatakan dari 44 BUMDes yang ada di daerah itu baru sekitar 10 unit yang sudah beroperasi dengan baik sesuai dengan bidang usahanya masing-masing.
"Di Pariaman ada 21 desa wisata, tapi tidak semua desa itu membuat BUMDes dengan usahanya pariwisata," kata dia.
Diharapkan baik desa wisata tersebut maupun 11 desa lainnya yang belum memiliki BUMDes menyesuaikan usaha BUMDes-nya dengan potensi desa dan peluang badan usahanya dapat berkembang.
Adapun desa di Pariaman yang memiliki BUMDes yaitu di antaranya Desa Apar dan Tungkal Selatan bergerak di bidang pariwisata, Desa Bato bidang peternakan sapi, Desa Kampung Tangah peternakan dan pengelolaan lahan tidur, serta Desa Palak Aneh menyewakan tenda pernikahan.
"Desa Apar ini telah menghasilkan banyak prestasi bahkan di tingkat nasional," ujar dia.
"Kembangkan BUMDes itu sesuai dengan potensi desanya, kalau desanya potensinya pertanian buatlah usaha berbasis pertanian, begitu juga kerajinan. Jadi jangan sama," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan Pariaman memang merupakan kota wisata namun kota tersebut juga memiliki potensi lainnya yang tidak kalah dengan pariwisata di antaranya pertanian, peternakan, dan jasa.
Jika BUMDes di Pariaman memiliki jenis usaha yang sama maka usaha tersebut tidak akan berjalan padahal dana yang dikucurkan untuk membuat usaha itu besar.
Selain itu, lanjutnya perlunya pelatihan untuk pengurus BUMDes di Kota Pariaman agar dapat mengelola usahanya dengan baik sehingga nantinya dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
"Saya minta manajemen dan pengurus BUMDes harus ditingkatkan melalui pelatihan," katanya.
Saat ini di Pariaman terdapat 44 BUMDes dari 55 desa yang ada di daerah itu. Namun dari 44 BUMDes yang telah terbentuk tersebut belum semuanya beroperasi dengan baik.
"Yang belum berjalan dengan baik ini diperlukan pembinaan khusus dari organisasi perangkat daerah terkait sesuai dengan usahanya dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)," ujarnya.
Kepala DPMD Kota Pariaman, Hendri mengatakan dari 44 BUMDes yang ada di daerah itu baru sekitar 10 unit yang sudah beroperasi dengan baik sesuai dengan bidang usahanya masing-masing.
"Di Pariaman ada 21 desa wisata, tapi tidak semua desa itu membuat BUMDes dengan usahanya pariwisata," kata dia.
Diharapkan baik desa wisata tersebut maupun 11 desa lainnya yang belum memiliki BUMDes menyesuaikan usaha BUMDes-nya dengan potensi desa dan peluang badan usahanya dapat berkembang.
Adapun desa di Pariaman yang memiliki BUMDes yaitu di antaranya Desa Apar dan Tungkal Selatan bergerak di bidang pariwisata, Desa Bato bidang peternakan sapi, Desa Kampung Tangah peternakan dan pengelolaan lahan tidur, serta Desa Palak Aneh menyewakan tenda pernikahan.
"Desa Apar ini telah menghasilkan banyak prestasi bahkan di tingkat nasional," ujar dia.
Pewarta : Aadiaat M.S
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mendes Yandri dorong tingkatkan potensi desa saat jumpa wali nagari se-Padang Pariaman
04 April 2026 5:47 WIB
Pariaman ganti varietas padi agar tahan hama untuk tingkatkan produksi
21 January 2025 16:11 WIB, 2025
Besaran dana desa Pariaman untuk ketahanan pangan capai Rp8,2 miliar
16 January 2025 17:38 WIB, 2025
Pemkot Pariaman rekomendasikan langkah aman beli ternak antisipasi PMK
15 January 2025 15:12 WIB, 2025
Pemkab Padang Pariaman tingkatkan sosialisasi antisipasi penyebaran PMK
09 January 2025 15:51 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (22/05/2026) pagi, harga emas Antam turun Rp12.000 menjadi Rp2,788 juta/gr
22 May 2026 10:39 WIB