Mensos: BLSM Memang Dibutuhkan Masyarakat Miskin
Kamis, 27 Juni 2013 16:16 WIB
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sangat dibutuhkan masyarakat miskin.
"Mungkin muncul pemahaman kenapa harus BLSM karena tidak mendidik, kenapa tidak diberdayakan saja. Ini memang orang dalam keadaan butuh sebab harga-harga naik akibat inflasi," kata Mensos di Jakarta, Kamis.
Pemerintah memberikan BLSM sebesar Rp150.000 per bulan selama empat bulan sejak 22 Juni 2013 untuk 15,5 juta warga miskin di seluruh Indonesia.
Penyaluran BLSM dilakukan melalui PT Pos untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pemerintah memberikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebagai bukti berhak menerima BLSM.
Saat ini lebih dari 14 juta KPS sudah dibagikan oleh PT Pos dan diharapkan seluruh penerima BLSM akan mendapat KPS pada awal Juli 2013.
"Masyarakat mungkin hanya memahami pemerintah hanya memberikan BLSM saja, tapi setelah empat bulan apa," kata Mensos.
Selain BLSM, pemerintah juga sudah menyiapkan penambahan beras miskin (raskin) dari 15 kg menjadi 20 kg per bulan, ditambah Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp500 ribu untuk siswa SD, Rp750 ribu untuk SMP dan Rp1 juta untuk SMA per tahun.
Di samping itu, pemerintah juga menambahkan bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan infrastruktur dasar pedesaan.
"Memang masih ada kekurangan, tapi kalau kita tidak memulai sekarang maka permasalahannya tidak akan selesai," tambah Mensos.
Ia juga mengharapkan muncul kesadaran masyarakat yang mampu tapi namanya terdata sebagai penerima BLSM untuk mengembalikan KPS ke aparat desa sehingga bisa digunakan oleh masyarakat miskin lainnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sosial
Lihat Juga
Sambut Pergantian Tahun Pemerintah Pesisir Selatan Gelar Zikir Akbar
31 December 2017 15:34 WIB, 2017