Pelayanan berbasis ini, diberikan BPJS kesehatan untuk masyarakat di Pasaman Barat
Kamis, 16 September 2021 20:05 WIB
Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Bukittinggi, Hariyati, didampingi Kepala BPJS Kesehatan Pasaman Barat, Fuad Cahyadi dan staf Humas BPJS Bukitinggi, Hafiz Azzikri saat menjelaskan program BPJS di Simpang Empat, Kamis. (Antarasumbar/Altas Maulana)
Simpang Empat (ANTARA) - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan memberikan pelayanan mobile berbasis digital dan layanan sampai kepelosok dalam rangka memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Bukittinggi, Hariyati didampingi Kepala BPJS Kesehatan Pasaman Barat, Fuad Cahyadi dan staf Humas BPJS Bukitinggi, Hafiz Azzikri di Simpang Empat, Kamis, mengatakan BPJS akan terus memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.
"Masyarakat tidak mesti datang ke kantor BPJS tetapi bisa dengan layanan digital mobile dengan mendownload aplikasi JKN mobile," katanya.
Dalam layanan digital itu, masyarakat bisa melihat setiap program yang ada di BPJS serta informasi terkait kesehatan.
Menurutnya selain meningkatkan pelayanan pihaknya juga membuka ruang jika ada pengaduan atau keluhan soal layanan, bisa disampaikan melalui call centre 165. Ia menghimbau kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban membayar iuran BPJS.
"Kita tentu berharap mengurus BPJS tidak saat sakit saja, tetapi sesuai dengan ketentuan jadwalnya tiap bulan, terutama peserta JKN KIS mandiri," harapnya.
Ia menyebutkan untuk layanan di Pasaman Barat BPJS bermitra dengan sejumlah rumah sakit dan klinik yakni RSUD Pasaman Barat, RS Yarsi, 20 Puskesmas, dua klinik, 14 dokter keluarga, empat dokter gigi, satu klinik Polri dengan total 41 layanan kesehatan.
Alur berobat dengan BPJS tetap berjenjang dari Puskesmas ke RS tipe C dan begitu selanjutnya RS tipe yang lebih tinggi.
"Selain inovasi digital, kita juga jemput bola ke polosok-pelosok desa memberikan layanan dan sosialisasi," ujarnya.
Ia menjelaskan saat ini di Pasaman Barat dengan penduduk 435.685 jiwa peserta BPJS kesehatan sudah mencapai 324.527 atau 74,49 persen.
"Ini peningkatan yang luar biasa, dari tahun ke tahun, mudah-mudah tahun 2022 bisa meningkat lagi," harapnya.
Ia mengakui meskipun ada yang menunggak pembayaran, tetapi pihaknya tetap terus menggugah kesadaran masyarakat untuk membayar.
"Sosialisasi terus kita lakukan melalui kader-kader BPJS di setiap kecamatan yang ada. Mudah-mudahan masyarakat dapat ikut BPJS dan merasakan manfaatnya," harapnya.
Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Bukittinggi, Hariyati didampingi Kepala BPJS Kesehatan Pasaman Barat, Fuad Cahyadi dan staf Humas BPJS Bukitinggi, Hafiz Azzikri di Simpang Empat, Kamis, mengatakan BPJS akan terus memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.
"Masyarakat tidak mesti datang ke kantor BPJS tetapi bisa dengan layanan digital mobile dengan mendownload aplikasi JKN mobile," katanya.
Dalam layanan digital itu, masyarakat bisa melihat setiap program yang ada di BPJS serta informasi terkait kesehatan.
Menurutnya selain meningkatkan pelayanan pihaknya juga membuka ruang jika ada pengaduan atau keluhan soal layanan, bisa disampaikan melalui call centre 165. Ia menghimbau kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban membayar iuran BPJS.
"Kita tentu berharap mengurus BPJS tidak saat sakit saja, tetapi sesuai dengan ketentuan jadwalnya tiap bulan, terutama peserta JKN KIS mandiri," harapnya.
Ia menyebutkan untuk layanan di Pasaman Barat BPJS bermitra dengan sejumlah rumah sakit dan klinik yakni RSUD Pasaman Barat, RS Yarsi, 20 Puskesmas, dua klinik, 14 dokter keluarga, empat dokter gigi, satu klinik Polri dengan total 41 layanan kesehatan.
Alur berobat dengan BPJS tetap berjenjang dari Puskesmas ke RS tipe C dan begitu selanjutnya RS tipe yang lebih tinggi.
"Selain inovasi digital, kita juga jemput bola ke polosok-pelosok desa memberikan layanan dan sosialisasi," ujarnya.
Ia menjelaskan saat ini di Pasaman Barat dengan penduduk 435.685 jiwa peserta BPJS kesehatan sudah mencapai 324.527 atau 74,49 persen.
"Ini peningkatan yang luar biasa, dari tahun ke tahun, mudah-mudah tahun 2022 bisa meningkat lagi," harapnya.
Ia mengakui meskipun ada yang menunggak pembayaran, tetapi pihaknya tetap terus menggugah kesadaran masyarakat untuk membayar.
"Sosialisasi terus kita lakukan melalui kader-kader BPJS di setiap kecamatan yang ada. Mudah-mudahan masyarakat dapat ikut BPJS dan merasakan manfaatnya," harapnya.
Pewarta : Altas Maulana
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penandatanganan kontrak kerja tenaga pendukung ARA, perkuat program Reforma Agraria
02 April 2026 18:42 WIB
Terpopuler - Sosial
Lihat Juga
Kemensos sebut bansos kuartal pertama telah cair, juga untuk penyitas bencana Sumatera
26 February 2026 12:18 WIB
Bansos Rp16 miliar didistribusikan untuk keluarga penerima manfaat di Probolinggo
25 February 2026 14:35 WIB
Kabar baik, Kemensos aktifkan lagi Puskesos desa agar Bansos lebih tepat sasaran
21 February 2026 22:30 WIB
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB
Penyaluan bansos tahap pertama tetap melalui bank Himbara dan Pos Indonesia
23 January 2026 23:24 WIB