Deteksi sejak dini penyakit jantung bawaan
Anak lelaki asal Palestina Hamza Ali Mohammed, 2, yang dirawat karena menderita penyakit jantung bawaan di rumah sakit Israel dan harus berpisah dengan keluarganya selama dua bulan akibat karantina virus corona (COVID-19), dicium ibundanya saat bertemu kembali di pos pemeriksaan dekat Ramallah, wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Kamis (7/5/2020). (REUTERS/MOHAMAD TOROKMAN)
"Semakin dini diagnosis PJB, maka harapan untuk proses penyembuhan akan semakin besar. Apabila pada pemeriksaan fisik oleh dokter terdapat kecurigaan kelainan jantung, maka beberapa pemeriksaan tambahan harus dilakukan, antara lain ekokardiografi," kata dr. Radityo, dalam pernyataan pers, dikutip Jumat.
Sementara itu, dalam rangka Hari Anak Nasional, Heartology Cardiovascular Center meluncurkan Paket Skrining Penyakit Jantung Bawaan Anak. Hal ini dimaknai sebagai kepedulian terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal walaupun di masa pandemi COVID-19.
PJB atau Congenital Heart Disease (CHD) adalah penyakit jantung yang telah ada sejak lahir akibat pembentukan jantung yang tidak sempurna pada fase awal perkembangan janin di dalam kandungan.
PJB mengakibatkan gangguan aliran darah di dalam ruang jantung sehingga darah yang dipompa tidak mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga tanpa kontrol kehamilan yang baik seringkali PJB tidak terdiagnosa sebelum bayi dilahirkan. Pada saat orangtua mengetahui bahwa mereka memiliki bayi, proses perkembangan jantung telah selesai.
Dokter Radityo Prakoso mengatakan penting bagi orangtua untuk melakukan screening pranikah, konsultasi dokter jantung pada masa kehamilan dan screening pada bayi baru lahir.
"Setiap jenis PJB memiliki penanganan yang berbeda satu sama lain, bergantung pada klasifikasi (sianotik atau non sianotik), kelainan struktur, dan keparahan defek jantung," kata dia.
Lebih lanjut, dampak kematian dan morbiditas yang mengganggu maka perlu memahami lebih jauh mengenai tanda-tanda penyakit ini, sehingga dapat melakukan deteksi dini terhadap penyakit jantung bawaan pada anak-anak.
Penanganan PJB dapat dilakukan dengan obat-obatan, tindakan bedah maupun non bedah. Saat ini, metode pilihan utama non bedah untuk menangani penyakit jantung bawaan tertentu adalah prosedur intervensi menggunakan kateter. Namun, tidak semua dapat diatasi dengan intervensi non bedah. Jenis yang kompleks tetap memerlukan pembedahan.
dr. Radityo mengatakan, saat ini PJB dapat ditangani tanpa pembedahan. Intervensi kateter Zero Fluoroscopy (tanpa radiasi) merupakan teknik mutakhir penanganan PJB tanpa radiasi dan pembedahan.
Diketahui, radiasi dapat menimbulkan efek jangka panjang baik untuk pasien maupun dokter dan tim laboratorium kateterisasi.
"Prosedur ini menggunakan bantuan imaging murni dari ekokardiografi, tanpa menggunakan sinar radiasi," katanya.
Keuntungan Zero Fluoroscopy adalah di mana intervensi dilakukan tanpa radiasi dan keuntungan intervensi non bedah adalah hari perawatan singkat, penggunaan anestesi dan obat-obatan lebih sedikit, bekas luka sayatan sangat kecil, serta biaya lebih efektif.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dekopinda Padang Pariaman peringati Hari Koperasi dengan Gerak Jalan Jantung Sehat
12 July 2025 14:24 WIB
Vatikan ungkap Paus Fransiskus meninggal karena stroke diikuti koma dan gagal jantung
22 April 2025 9:24 WIB
Hari Jantung Sedunia momentum edukasi tentang penyakit jantung anak
18 September 2024 14:30 WIB, 2024
Presiden Jokowi tandai pembangunan PLN Hub, pusat ekosistem transisi energi dan layanan digital di Jantung IKN
05 June 2024 17:54 WIB, 2024
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Macan tutul cakar pemuda dan bikin panik warga Maruyung Kabupaten Bandung
05 February 2026 12:36 WIB
Transformasi Bang Dodo (Ridho Riyansa) : Dari meja bankir jadi pionir edukasi digital Sumatra Barat
19 January 2026 19:01 WIB
Sudah optimal, operasi pencarian satu korban KM Putri Saknah di Labuan Bajo ditutup
09 January 2026 22:51 WIB
Masyarakat diimbau tidak terpengaruh info tak valid terkait air di lubang sinkhole
09 January 2026 20:39 WIB