Kenali gejala kanker serviks sebelum terlambat
Senin, 12 Juli 2021 10:22 WIB
Spesialis Kebidanan dan Kandungan Semen Padang Hospital (SPH) dr Yoshida Nazar, Sp.OG ANTARA/HO-SPH
Padang (ANTARA) - Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Semen Padang Hospital (SPH) dr Yoshida Nazar, Sp.OG mengingatkan kaum perempuan agar mengenali gejala kanker seviks atau leher rahim sejak dini karena jika terlambat ditangani bisa berujung kepada kematian.
"Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari leher rahim, serviks merupakan daerah yang menghubungkan rahim dan vagina," kata dia di Padang, Senin.
Menurutnya kanker serviks terjadi saat sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker. Sel-sel tersebut bisa berubah menjadi lesi serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.
Gejala kanker serviks tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan gejala tidak muncul sama sekali. Sering kali, kemunculan gejala terjadi saat kanker sudah memasuki stadium akhir.
Oleh karena itu, melakukan pap smear secara rutin penting untuk menangkap sel prakanker dan mencegah perkembangan kanker serviks, ujarnya
Ia mengemukakan nyeri panggul adalah salah satu gejala yang paling umum dari kanker serviks.
"Sayangnya, kanker serviks tahap awal biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala sama sekali," kata dia.
Sementara beberapa ciri kanker serviks tahap lanjut yang dapat dirasakan, antara lain perdarahan di luar periode menstruasi, perdarahan setelah hubungan seksual, perdarahan pascamenopause, sakit atau tidak nyaman selama hubungan seksual.
Lalu keputihan dengan bau yang kuat, keputihan yang mengandung darah, buang air kecil menjadi lebih sering dan bercak di urine hingga tidak dapat buang air kecil.
"Kanker serviks yang diketahui telah berstadium lanjut dapat mengakibatkan kerugian bagi organ tubuh di sekitarnya dan dapat menyebabkan kematian," ujarnya.
Akan tetapi ia menyampaikan kanker ini masih bisa disembuhkan jika ditemukan sejak awal.
Maka dari itu sebenarnya terdapat kesempatan yang cukup lama untuk mendeteksinya melalui skrining dan menanganinya sebelum menjadi kanker serviks.
Penyebab kanker serviks lanjutnya, diketahui berasal dari Human Papilloma Virus (HVP) sub tipe onkogenik, terutama sub tipe 16 dan 18.
Ia menambahkan dengan mengetahui tahapan kanker sedini penting untuk membantu pengidapnya dalam menentukan jenis perawatan yang paling efektif.
"Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari leher rahim, serviks merupakan daerah yang menghubungkan rahim dan vagina," kata dia di Padang, Senin.
Menurutnya kanker serviks terjadi saat sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker. Sel-sel tersebut bisa berubah menjadi lesi serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.
Gejala kanker serviks tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan gejala tidak muncul sama sekali. Sering kali, kemunculan gejala terjadi saat kanker sudah memasuki stadium akhir.
Oleh karena itu, melakukan pap smear secara rutin penting untuk menangkap sel prakanker dan mencegah perkembangan kanker serviks, ujarnya
Ia mengemukakan nyeri panggul adalah salah satu gejala yang paling umum dari kanker serviks.
"Sayangnya, kanker serviks tahap awal biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala sama sekali," kata dia.
Sementara beberapa ciri kanker serviks tahap lanjut yang dapat dirasakan, antara lain perdarahan di luar periode menstruasi, perdarahan setelah hubungan seksual, perdarahan pascamenopause, sakit atau tidak nyaman selama hubungan seksual.
Lalu keputihan dengan bau yang kuat, keputihan yang mengandung darah, buang air kecil menjadi lebih sering dan bercak di urine hingga tidak dapat buang air kecil.
"Kanker serviks yang diketahui telah berstadium lanjut dapat mengakibatkan kerugian bagi organ tubuh di sekitarnya dan dapat menyebabkan kematian," ujarnya.
Akan tetapi ia menyampaikan kanker ini masih bisa disembuhkan jika ditemukan sejak awal.
Maka dari itu sebenarnya terdapat kesempatan yang cukup lama untuk mendeteksinya melalui skrining dan menanganinya sebelum menjadi kanker serviks.
Penyebab kanker serviks lanjutnya, diketahui berasal dari Human Papilloma Virus (HVP) sub tipe onkogenik, terutama sub tipe 16 dan 18.
Ia menambahkan dengan mengetahui tahapan kanker sedini penting untuk membantu pengidapnya dalam menentukan jenis perawatan yang paling efektif.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Vaksinasi kanker serviks jajaran Kementerian ATR/BPN, lindungi wanita dari penyakit mematikan
08 April 2026 15:06 WIB
Puskesmas di Pasaman Barat telah dilengkapi tenaga dan perangkat deteksi dini kanker
15 February 2023 16:30 WIB, 2023
Apa terapi kanker serviks mengganggu hubungan seksual? Ini penjelasan dokter
03 January 2023 20:30 WIB, 2023
Pemkab Solok sosialisasikan deteksi dini kanker serviks melalui iva tes
25 November 2021 17:57 WIB, 2021
Mengalami keputihan tidak wajar ? , jangan jangan gejala kanker serviks
31 January 2021 10:47 WIB, 2021
Tiga mahasiswa UI temukan obat alternatif kanker serviks dari racun duri ikan
21 August 2019 8:25 WIB, 2019
Inggris berikan vaksin HPV cegah kasus kanker serviks, mulut, anus dan alat kelamin
09 July 2019 9:39 WIB, 2019
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Info tol Trans Sumatera, puncak mudik Tol Kayuagung-Palembang capai 18.500 kendaraan
19 March 2026 16:34 WIB
Pusdiklat Grha Samantha Giri Padang bagikan makanan "pabukoan" di kawasan Kota Tua (Video)
02 March 2026 14:16 WIB
Penerbangan ke Timur Tengah di Soetta terjadi penundaan dampak ketegangan kawasan
01 March 2026 10:17 WIB