Nagari Pandai Sikek Tanah Datar diharapkan jadi sentra bawang merah di Sumbar
Sabtu, 3 Juli 2021 14:14 WIB
Tanaman bawang merah di Nagari Pandai Sikek. (Antara/Etri Saputra)
Batusangkar, (ANTARA) - Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat diharapkan bisa menjadi sentra penghasil bawang merah di provinsi itu setelah terpilih sebagai lokasi riset dan pengembangan inovatif kolaboratif Kementerian Pertanian (Kementan).
"Kita berharap ke depannya Jorong Pagu-Pagu Nagari Pandai Sikek bisa menjadi sentra penghasil bawang merah untuk wilayah Kabupaten Tanah Datar bahkan di Sumatera Barat," kata Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian di Batusangkar Sabtu.
Ia mengatakan selain menjadi pusat penghasil bawang merah masyarakat di daerah itu juga didorong untuk kreatif agar bawang merah bisa diolah menjadi berbagai produk yang memberi nilai tambah bagi petani.
Berbagai olahan produk tersebut diyakini juga bisa memberikan keuntungan dan meningkatkan ekonomi di kalangan masyarakat setempat.
"Tentunya tidak hanya hasil pertanian bawang merah saja, tetapi dapat pula diolah dengan nilai tambah produk seperti minyak bawang ataupun bawang goreng, hal ini tentu dapat pula meningkatkan penghasilan petani di Pandai Sikek," katanya.
Ia juga mengatakan pembangunan di sektor pertanian merupakan prioritas Kabupaten Tanah Datar yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
Pembangunan di sektor pertanian itu tertuang pada misi kedua yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat di Tanah Datar dan perluasan lapangan kerja yang berbasis pertanian, industri dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Pada 2020 lalu sektor pertanian juga menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tanah Datar sebesar 29,81 persen.
Sebelumnya Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Dr. Husnain mengatakan Nagari Pandai Sikek dipilih sebagai lokasi pengembangan riset karena daerah itu merupakan dataran tinggi yang memiliki karakter tanah yang masam dan kandungan air sedikit yang hanya mengandalkan curah hujan hingga lahannya sangat potensial untuk daerah riset.
Sumatera Barat terpilih menjadi daerah pengembangan riset bersama dua daerah lainnya di Indonesia yaitu Sumatera Barat dengan bawang merah, Lampung untuk komoditas jagung, dan Nusa Tenggara Barat untuk komoditas jagung.
"Kita berharap ke depannya Jorong Pagu-Pagu Nagari Pandai Sikek bisa menjadi sentra penghasil bawang merah untuk wilayah Kabupaten Tanah Datar bahkan di Sumatera Barat," kata Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian di Batusangkar Sabtu.
Ia mengatakan selain menjadi pusat penghasil bawang merah masyarakat di daerah itu juga didorong untuk kreatif agar bawang merah bisa diolah menjadi berbagai produk yang memberi nilai tambah bagi petani.
Berbagai olahan produk tersebut diyakini juga bisa memberikan keuntungan dan meningkatkan ekonomi di kalangan masyarakat setempat.
"Tentunya tidak hanya hasil pertanian bawang merah saja, tetapi dapat pula diolah dengan nilai tambah produk seperti minyak bawang ataupun bawang goreng, hal ini tentu dapat pula meningkatkan penghasilan petani di Pandai Sikek," katanya.
Ia juga mengatakan pembangunan di sektor pertanian merupakan prioritas Kabupaten Tanah Datar yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
Pembangunan di sektor pertanian itu tertuang pada misi kedua yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat di Tanah Datar dan perluasan lapangan kerja yang berbasis pertanian, industri dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Pada 2020 lalu sektor pertanian juga menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tanah Datar sebesar 29,81 persen.
Sebelumnya Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Dr. Husnain mengatakan Nagari Pandai Sikek dipilih sebagai lokasi pengembangan riset karena daerah itu merupakan dataran tinggi yang memiliki karakter tanah yang masam dan kandungan air sedikit yang hanya mengandalkan curah hujan hingga lahannya sangat potensial untuk daerah riset.
Sumatera Barat terpilih menjadi daerah pengembangan riset bersama dua daerah lainnya di Indonesia yaitu Sumatera Barat dengan bawang merah, Lampung untuk komoditas jagung, dan Nusa Tenggara Barat untuk komoditas jagung.
Pewarta : Etri Saputra
Editor : Ikhwan Wahyudi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pembuatan patung "on the spot" pukau pengunjung di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat
20 June 2025 7:50 WIB
Inovasi alat tenun jadikan produksi Songket Pandai Sikek lebih maksimal
08 August 2021 19:49 WIB, 2021
Kunjungi sentra tenun, Sandiaga Uno ingin kembangkan ekonomi kreatif Pandai Sikek
22 April 2021 8:03 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Rabu (15/04/2026) pagi harga emas Antam melonjak lagi menjadi Rp2,893 juta/gr
15 April 2026 9:23 WIB
Selasa (14/04/2026) pagi ini harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian turun
14 April 2026 9:03 WIB
Harga emas Antam pada Selasa (14/04/2026) meroket Rp45.000 jadi Rp2,863 juta/gr
14 April 2026 9:01 WIB
Mandiri Sekuritas hadirkan "Investment corner" perluas akses pasar modal di Padang
13 April 2026 19:41 WIB
Harga emas Antam pada Senin (13/04/2026) anjlok Rp42.000 jadi Rp2,818 juta/gr
13 April 2026 9:18 WIB
Harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian stabil Senin (13/04/2026) pagi
13 April 2026 9:01 WIB
Minggu (12/04/2026) pagi emas UBS-Galeri24 stabil, Antam naik tipis di Pegadaian
12 April 2026 10:41 WIB