Logo Header Antaranews Sumbar

Tim PKM FBS UNP bantu Pandai Sikek menuju sentra industri kriya di Sumbar

Minggu, 10 Agustus 2025 11:45 WIB
Image Print
Tim PKM FBS UNP bantu Pandai Sikek menuju sentra industri kriya di Sumbar

Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang (UNP) bantu Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, menuju sentra industri kriya logam baru di Sumatera Barat.

“Kami memberi pelatihan mengecor logam, dan pemasaran digital, dalam rangka peningkatan SDM berkelanjutan di Nagari Pandai Sikek,” kata Ketua Tim PKM FSB UNP, Dr. Yofita Sandra, M.Pd, di Padang, Minggu.

Ia mengatakan pelatihan ini merupakan seri kedua, dari kegiatan tim pelaksana PKM FSB UNP di Nagari Pandai Sikek, yang dibuka pada Sabtu, 9 Agustus, di Kantor Wali Nagari Pandai Sikek.

“Kegiatan pelatihan ini dulunya dirintis oleh Prof.Dr.M.Zaim, M.Hum, pada tahun 2022, lalu saya melanjutkannya sekarang,” katanya.

Tim yang beranggotakan Prof.Dr. Refnaldi, M.Litt dan Rifqi Aulia Zaim, S.Pd., M.Pd.T, telah berhasil mengenalkan keterampilan memperindah benda logam dengan metode chasing repouse, piercing, dan enggraving, sebagai bentuk diversifikasi kerajinan masyarakat asal Pandai Sikek.

“Sebelumnya kerajinan di Pandai Sikek didominasi bahan kayu, dalam bentuk pahatan dan tenunan kain songket. Kali ini kegiatan berfokus pada teknik casting atau cor,” jelasnya.

Ia menjelaskan benda-benda kecil berukir, dibentuk dengan tanah liat sebagai model lalu dibungkus dengan gipsum sebagai perantara cetak.

Proses ini memungkinkan pengrajin dapat menghasilkan banyak produk dengan hanya satu master cetak.

Kemudian hasil cetakan dengan bahan dasar timah, sangat memungkinkan untuk dijadikan aksesori yang menambah nilai jual ukiran-ukiran kayu yang telah ada.

Selanjutnya karya-karya yang telah dihasilkan, dipromosikan melalui media sosial.

“Para pengrajin juga diberi latihan dan keterampilan editing video, menggunakan aplikasi Cap Cut,” sebutnya.

Selain itu, Tim PKM FSB UNP juga membantu pemasaran digital, dengan cara promosi daring melalui media sosial, yang dipandang cocok dengan perkembangan tren saat ini.

“Pemasaran digital memiliki kelebihan dari segi efisiensi, dan percepatan penyebaran informasi produk yang sudah dikreasikan,” jelasnya.

Pelatihan ini dianggap memiliki potensi yang cukup besar, untuk mendongkrak kembali gairah berkarya pengrajin.

Hal ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11, kota dan permukiman yang berkelanjutan (sustainable cities and communities), yang bertujuan membuat perkotaan dan permukiman manusia menjadi inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Menurut Kepala Jorong, Hasnil, ukiran kayu dan tenunan songket asal Nagari Pandai Sikek, mulai redup karena berkurangnya penerus kerajinan.

“Pelatihan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat pengrajin untuk kembali membuat karya, dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” katanya.

Ia menyebut dari empat workshop yang ada, saat ini hanya tersisa 2 yang aktif menerima pesanan ukiran.

Pada pelatihan ini, tim juga mengerahkan keterlibatan dua orang mahasiswa sebagai pelaksana, yakni Fadhil Nugraha Wikarya dan Betta Febriana Maharani Butidang.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Wali Nagari yang diwakili Sekretaris Wali Nagari, Nizar Rahman, dan diikuti sebanyak 16 pengrajin.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini terlaksana atas pendanaan UNP tahun anggaran 2025.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026