Solok (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solok, Sumatera Barat mengadakan tes kemampuan dasar calon tenaga programer non PNS di lingkungan pemerintah Kota Solok.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Zulfadli di Solok,  Sabtu mengatakan sebelum ditetapkan menjadi tenaga programer masih ada dua tahapan lagi yang harus dilalui peserta seleksi, yaitu tahapan tes kompetensi keahlian dan tes wawancara.

” Kami menjamin seluruh tahapan seleksi ini berjalan dengan profesional, jujur dan tanpa intervensi dari pihak manapun,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Kominfo, Lusya Adelina menyampaikan untuk menjaga kelancaran pelaksanaan tes kemampuan dasar ini, peserta dibagi ke dalam tiga ruangan ujian. Masing masing ruangan diisi 18 peserta yang diawasi oleh dua orang pengawas.

54 peserta yang dinyatakan berhak untuk mengikuti tes kemampuan dasar seleksi tenaga programer ini, ada 15 orang peserta yang tidak hadir. Sesuai dengan pengumuman panitia sebelumnya, peserta yang tidak hadir pada saat tes kemampuan dasar dinyatakan gugur dari tahapan seleksi.

Lusya juga menjelaskan ujian tes kemampuan dasar dilaksanakan dengan cara ujian tulis, dimana materi ujian dibuat tenaga ahli dari perguruan tinggi.

“Untuk mendapatkan SDM yang berkualitas di bidang IT, materi soal ujian dibuat oleh akademisi dari Universitas terkemuka di Sumatera Barat,” ucapnya. 

Berhubung saat ini masih dalam keadaan pandemi, pelaksanaan tes ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum memasuki ruangan, peserta ujian di cek suhu tubuh untuk memastikan tidak ada peserta yang dalam keadaan demam.

Peserta diharuskan untuk memakai masker dan membawa handsanitizer. Panitia pelaksana pun mengatur jarak peserta pada waktu pelaksanaan ujian.

Ujian kompetensi dasar ini merupakan tahapan kedua pada seleksi penerimaan tenaga programmer non PNS di lingkungan Pemerintah Kota Solok, setelah sebelumnya peserta yang mendaftar dijaring dalam tahapan seleksi administrasi.