
Polda: Penanganan aktivitas digital ilegal butuh kesadaran masyarakat

Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan penanganan berbagai aktivitas digital ilegal tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum tetapi membutuhkan kesadaran masyarakat secara bersama.
"Pencegahan tidak bisa dilakukan aparat penegak hukum saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, komunitas dan pelaku industri digital," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan di Padang, Rabu.
Menurutnya, edukasi dan pendekatan preventif menjadi langkah penting untuk membantu generasi muda lebih bijak dalam menghadapi perkembangan platform digital yang semakin kompleks.
Berdasarkan data PPATK, nilai transaksi aktivitas digital ilegal di Indonesia terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 tercatat mencapai ratusan triliun rupiah. Tingginya penggunaan internet, budaya instan, serta rendahnya kesadaran digital membuat generasi muda menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap risiko aktivitas digital yang merugikan.
Aktivitas digital di Indonesia berkembang pesat khususnya di kalangan generasi muda yang semakin aktif menggunakan platform online dan layanan hiburan digital dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, butuh pencegahan dan kesadaran bersama agar generasi muda tidak terkena atau terlibat aktivitas digital yang ilegal.
Sementara itu, ahli hukum informasi dan transaksi elektronik Ryan Abdisa Sukmadja mengatakan peningkatan literasi digital menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat di era digital.
Ryan menjelaskan generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh sistem digital yang bersifat manipulatif maupun merugikan.
“Literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan,” kata dia.
Menurutnya, tantangan digital saat ini tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi, tetapi juga membutuhkan penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan. Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran digital masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi kelompok paling aktif di ruang digital.
"Di era platform online saat ini, literasi digital bukan lagi sekadar tambahan pengetahuan, tetapi sudah menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki generasi muda,” ujarnya.
Pewarta: Siaran pers
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
