Keluarga ceritakan kronologis hanyutnya pemudik di Limapuluh Kota
Jumat, 14 Mei 2021 18:56 WIB
Proses pencarian dan evakuasi korban hanyut yang ditemukan pada Jumat (14/5). (ANTARA/HO-Dokumen SAR 50 Kota)
Padang (ANTARA) - Salah seorang keluarga korban menceritakan kronologis hanyutnya tiga pemudik dari Riau menuju Sumatera Barat (Sumbar) yang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat.
"Korban awalnya berangkat bersama adik kandungnya dari daerah Duri mengendarai sepeda motor," cerita Robi Candra, salah satu sepupu korban Nofiarisman atau Nono di Sarilamak, Jumat.
Ia mengatakan Nono menaiki perahu bersama adiknya, sedangkan dua korban lain yaitu Rajis dan Fadil yang juga bersepupu menaiki perahu lain.
Saat itu, perahu yang ditumpangi Nono dan adiknya terbalik dan adiknya terjatuh ke sungai.
Baca juga: Berniat mudik dengan seberangi sungai, tiga warga Sumbar ditemukan meninggal
Ia lalu berusaha menolong adik kandungnya dibantu oleh dua korban lain yang mengetahui kejadian.
"Adik Nono akhirnya berhasil diselamatkan, namun saat itu salah seorang korban yang ikut menolong masih berada di dalam air," katanya.
Karena melihat kejadian itu, Nono kembali masuk ke dalam air dengan niat untuk menolong.
Namun sayang, ketiganya justru terseret arus sungai dan dinyatakan hilang sejak Rabu (12/5).
Baca juga: Tiga pemudik dari Riau hanyut saat mencoba masuk ke Sumbar lewat jalur sungai
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian akhirnya menemukan ketiga korban pada tiga tempat terpisah pada Jumat (15/5) dalam keadaan meninggal dunia.
Sebelumnya, tiga orang pemudik yang dilaporkan hanyut terbawa arus pada Rabu (12/5).
Mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu dari Riau tepatnya di Desa Tanjung untuk Menuju Sumbar dengan rencana turun di Nagari Muaro Paiti.
Petugas SAR gabungan telah berjibaku sejak hari kejadian hingga Jumat (14/5) demi menemukan ketiga korban.
Upaya pencarian melibatkan SAR Pekanbaru, BPBD Pekanbaru, BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Damkar Limapuluh Kota, kepolisian, TNI, Damkar, dan lainnya.
"Korban awalnya berangkat bersama adik kandungnya dari daerah Duri mengendarai sepeda motor," cerita Robi Candra, salah satu sepupu korban Nofiarisman atau Nono di Sarilamak, Jumat.
Ia mengatakan Nono menaiki perahu bersama adiknya, sedangkan dua korban lain yaitu Rajis dan Fadil yang juga bersepupu menaiki perahu lain.
Saat itu, perahu yang ditumpangi Nono dan adiknya terbalik dan adiknya terjatuh ke sungai.
Baca juga: Berniat mudik dengan seberangi sungai, tiga warga Sumbar ditemukan meninggal
Ia lalu berusaha menolong adik kandungnya dibantu oleh dua korban lain yang mengetahui kejadian.
"Adik Nono akhirnya berhasil diselamatkan, namun saat itu salah seorang korban yang ikut menolong masih berada di dalam air," katanya.
Karena melihat kejadian itu, Nono kembali masuk ke dalam air dengan niat untuk menolong.
Namun sayang, ketiganya justru terseret arus sungai dan dinyatakan hilang sejak Rabu (12/5).
Baca juga: Tiga pemudik dari Riau hanyut saat mencoba masuk ke Sumbar lewat jalur sungai
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian akhirnya menemukan ketiga korban pada tiga tempat terpisah pada Jumat (15/5) dalam keadaan meninggal dunia.
Sebelumnya, tiga orang pemudik yang dilaporkan hanyut terbawa arus pada Rabu (12/5).
Mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu dari Riau tepatnya di Desa Tanjung untuk Menuju Sumbar dengan rencana turun di Nagari Muaro Paiti.
Petugas SAR gabungan telah berjibaku sejak hari kejadian hingga Jumat (14/5) demi menemukan ketiga korban.
Upaya pencarian melibatkan SAR Pekanbaru, BPBD Pekanbaru, BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Damkar Limapuluh Kota, kepolisian, TNI, Damkar, dan lainnya.
Pewarta : Fathul Abdi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kayu hanyut digunakan untuk pemulihan daerah terdampak banjir, syaratnya?
09 December 2025 20:54 WIB
Tak pulang sejak menjala ikan, warga Ganting Mudiak Utara diduga hanyut di Batang Surantih
04 December 2025 8:53 WIB
Pemkab Agam turunkan tim gabungan cari warga hanyut di Sungai Batang Antokan
26 November 2025 15:25 WIB
Satu unit rumah hanyut dihantam luapan air sungai di Kinali Pasaman Barat
26 November 2025 15:21 WIB