Kurang gizi? begini risikonya
Rabu, 10 Maret 2021 13:15 WIB
Ilustrasi sayuran. (pixabay)
Padang (ANTARA) - Ahli Gizi Semen Padang Hospital mengemukakan kekurangan gizi dapat menyebabkan gangguan kesehatan serta meningkatkan risiko penyakit infeksi, dan penyakit tidak menular seperti kardiovaskular, penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi dan stroke, diabetes serta kanker.
"Asupan gizi adalah hal yang penting namun sering diabaikan oleh banyak orang. Ada banyak hal yang sebenarnya harus diketahui mengenai asupan gizi agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit," kata Kepala Ruangan Gizi Semen Padang Hospital Yusminatati di Padang, Rabu.
"Oleh sebab itu asupan gizi merupakan hal penting untuk diperhatikan, terutama di masa pandemi karena tubuh akan rentan terserang virus saat berada dalam kondisi tidak baik," kata dia.
Ia menjelaskan asupan nutrisi sudah harus diperhatikan sejak 1.000 hari pertama kehidupan terhitung dari proses pembuahan hingga anak berusia dua tahun.
1.000 hari pertama adalah periode unik ketika fondasi kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan saraf yang optimal di seluruh umur ditetapkan. Jika kebutuhan nutrisi tersebut tidak dipenuhi, maka berisiko akan menyebabkan anak yang dilahirkan menjadi stunting, kata dia.
Ia menyampaikan stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi menjadi faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting, kata dia.
Karena itu penting untuk mengetahui bagaimana asupan nutrisi yang cukup untuk kebutuhan, agar tidak mempengaruhi juga generasi penerus bangsa,” lanjut dia.
Ia memaparkan ciri lain asupan gizi yang tidak bagus yaitu kurangnya nafsu atau selera makan selama dua minggu berturut-turut, mudah lelah, gelisah, kurang semangat dalam menjalani aktivitas dan terjadinya penurunan berat badan signifikan sehingga tidak sesuai dengan acuan berat badan optimal dengan tinggi badan.
Terkait dengan temuan kasus gizi buruk ia mengungkap hal itu dipengaruhi pengetahuan, ekonomi, sosial dan budaya.
Menurutnya pengetahuan yang bagus dari orang tua saat membesarkan anak-anaknya secara tidak langsung akan memberikan pemahaman yang bagus pada anaknya.
Ekonomi keluarga juga berpengaruh besar dalam menjaga asupan gizi, ketika kondisi keuangan bagus, orang tua dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan anaknya dalam masa tumbuh kembang.
Ia juga menekankan pentingnya gizi seimbang yaitu pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur. (*)
"Asupan gizi adalah hal yang penting namun sering diabaikan oleh banyak orang. Ada banyak hal yang sebenarnya harus diketahui mengenai asupan gizi agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit," kata Kepala Ruangan Gizi Semen Padang Hospital Yusminatati di Padang, Rabu.
"Oleh sebab itu asupan gizi merupakan hal penting untuk diperhatikan, terutama di masa pandemi karena tubuh akan rentan terserang virus saat berada dalam kondisi tidak baik," kata dia.
Ia menjelaskan asupan nutrisi sudah harus diperhatikan sejak 1.000 hari pertama kehidupan terhitung dari proses pembuahan hingga anak berusia dua tahun.
1.000 hari pertama adalah periode unik ketika fondasi kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan saraf yang optimal di seluruh umur ditetapkan. Jika kebutuhan nutrisi tersebut tidak dipenuhi, maka berisiko akan menyebabkan anak yang dilahirkan menjadi stunting, kata dia.
Ia menyampaikan stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi menjadi faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting, kata dia.
Karena itu penting untuk mengetahui bagaimana asupan nutrisi yang cukup untuk kebutuhan, agar tidak mempengaruhi juga generasi penerus bangsa,” lanjut dia.
Ia memaparkan ciri lain asupan gizi yang tidak bagus yaitu kurangnya nafsu atau selera makan selama dua minggu berturut-turut, mudah lelah, gelisah, kurang semangat dalam menjalani aktivitas dan terjadinya penurunan berat badan signifikan sehingga tidak sesuai dengan acuan berat badan optimal dengan tinggi badan.
Terkait dengan temuan kasus gizi buruk ia mengungkap hal itu dipengaruhi pengetahuan, ekonomi, sosial dan budaya.
Menurutnya pengetahuan yang bagus dari orang tua saat membesarkan anak-anaknya secara tidak langsung akan memberikan pemahaman yang bagus pada anaknya.
Ekonomi keluarga juga berpengaruh besar dalam menjaga asupan gizi, ketika kondisi keuangan bagus, orang tua dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan anaknya dalam masa tumbuh kembang.
Ia juga menekankan pentingnya gizi seimbang yaitu pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur. (*)
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Puskesmas Tapan, Pessel lakukan kunjungan terhadap balita gizi kurang di Nagari Kubu Tapan
29 November 2024 12:23 WIB, 2024
Gerakan "Sebutir Telur" untuk masa depan anak-anak di Kabupaten Asmat
12 February 2024 17:15 WIB, 2024
Polisi tiap bulan akan pantau kondisi anak gizi kurang di Nagari Kudu Gantiang Barat Padang Pariaman
30 October 2020 14:53 WIB, 2020
Jemari Sakato dorong gerakan penurunan stunting nagari melalui GESIT RANCAK di Agam
08 August 2020 6:50 WIB, 2020
Stunting juga merambah kota, warga di kota-kota besar tidak suka sayuran
05 July 2019 15:52 WIB, 2019
Antisipasi stunting dan gizi buruk, Dharmasraya penuhi gizi balita keluarga kurang mampu
10 April 2019 15:47 WIB, 2019
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Info tol Trans Sumatera, puncak mudik Tol Kayuagung-Palembang capai 18.500 kendaraan
19 March 2026 16:34 WIB
Pusdiklat Grha Samantha Giri Padang bagikan makanan "pabukoan" di kawasan Kota Tua (Video)
02 March 2026 14:16 WIB
Penerbangan ke Timur Tengah di Soetta terjadi penundaan dampak ketegangan kawasan
01 March 2026 10:17 WIB