Polisi tiap bulan akan pantau kondisi anak gizi kurang di Nagari Kudu Gantiang Barat Padang Pariaman

id bayi,berita pariaman,berita sumbar

Polisi tiap bulan akan pantau kondisi anak gizi kurang di Nagari Kudu Gantiang Barat Padang Pariaman

Kapolres Pariaman, Sumbar AKBP Deny Rendra Laksmana memberikan boneka dan berkomunikasi dengan anak yang alami gizi kurang Rara (2) di Nagari Kudu Gantiang Barat, Kecamatan V Koto Timur, Padang Pariaman, Jumat. (Antarasumbar/Aadiaat M.S.)

Kami mendapatkan informasi terkait dengan kondisi anak ini sehingga kami berinisiatif membantu,
Pariaman (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, Sumatera Barat setiap bulannya akan memantau kondisi anak gizi kurang, Rara (2) di Nagari Kudu Gantiang Barat, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman.

"Kami mendapatkan informasi terkait dengan kondisi anak ini sehingga kami berinisiatif membantu," kata Kapolres Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana saat melihat kondisi Rara di Kecamatan V Koto Timur, Jumat.

Ia mengatakan bantuan tersebut yaitu dengan memeriksa kondisi kesehatan anak itu setiap bulannya serta memberikan susu, makanan bayi, dan pakaian.

Ia menjelaskan bantuan yang diberikan itu bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi serta semangat anak dan keluarganya dengan harapan kesehatan anak tersebut membaik.

"Apalagi sekarang masa pandemi ekonomi warga sedang sulit," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk membantu anak tersebut guna memperbaiki gizinya dan dirinya menyatakan siap mengunjunginya serta memberikan bantuan setiap bulannya.

"Asupan gizi ini perlu karena hingga sekarang menurut bidan desa setempat anak ini belum bisa diimunisasi sebab berat badannya belum cukup," ujarnya.

Sementara itu Bidan Desa Nagari Kudu Gantiang Barat, Melasari mengatakan Rara mengalami gizi buruk sehingga meski sudah usianya 23 bulan berat badannya masih tujuh kilogram padahal seharusnya 11-12 kilogram.

"Lahirnya normal, namun usia sekitar lima bulan (Maret 2019) kesehatannya mulai mengalami gizi kurang, dan pada Agustus 2019 dia mengalami gizi buruk. Sekarang kondisinya sudah mulai membaik, bahkan sudah mulai bisa berjalan walaupun dibimbing," kata dia.

Meskipun orang tuanya telah mencoba mengobatinya namun karena terkendala biaya dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat orangnya sudah nonaktif.

"Tapi untuk Rara belum ada JKN," tambahnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021