Jalan penghubung Agam-Bukittinggi tertimbun longsor di Panta
Selasa, 12 Januari 2021 14:35 WIB
Kondisi badan jalan yang tertimbun tanah longsor di Panta, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Selasa (12/1). (ANTARA/HO)
Lubukbasung (ANTARA) - Ruas jalan kabupaten menghubungkan Kabupaten Agam dengan Bukittinggi, Sumatera Barat tempatnya di Panta Kecamatan Matur, tertimbun material tanah longsor dan pohon kayu, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan, Selasa sekitar pukul 08.15 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammaf Lutfi AR di Lubukbasung, Selasa, mengatakan tanah longsor dengan panjang tiga meter, ketinggian tumpukkan material satu meter dan lebar satu meter.
Material tanah longsor berupa tanah dan pohon kayu, sehingga pohon kayu menghambat jalan dan akses jalan tertutup oleh material pohon tumbang, katanya.
Ia mengatakan pihaknya telah mengerahkan anggota Satgas BPBD Agam untuk membersihkan material tanah longsor dan pohon.
Pembersihan material itu melibatkan anggota Polres Agam, Kodim 0304 Agam, Pemerintah Kecamatan Matur, Nagari Panta Pauh, mayarakat dan lainnya.
"Pembersihan material kita lakukan secara gotong royong dan sudah selesai dibersihkan, sehingga jalan sudah bisa dilalui kendaraan," katanya.
Ia menambahkan tanah longsor menimbun badan jalan itu akibat curah hujan sangat tinggi melanda daerah itu semenjak Senin (11/1) malam sampai Selasa (12/1) dini hari.
Akibatnya, longsor menimbun badan jalan dan tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu.
"Kami menerima laporan kejadian tanah longsor pada pukul 09.30 WIB atau setengah jam setelah kejadian," katanya.
Lutfi mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melewati daerah rawan longsor di Palembanyan, Kelok 44, Panta, Malalak dan lainnya saat curah hujan tinggi.
Daerah itu sangat rawan longsor akibat kondisi tanah masih labil dan mudah longsor saat hujan. (*)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammaf Lutfi AR di Lubukbasung, Selasa, mengatakan tanah longsor dengan panjang tiga meter, ketinggian tumpukkan material satu meter dan lebar satu meter.
Material tanah longsor berupa tanah dan pohon kayu, sehingga pohon kayu menghambat jalan dan akses jalan tertutup oleh material pohon tumbang, katanya.
Ia mengatakan pihaknya telah mengerahkan anggota Satgas BPBD Agam untuk membersihkan material tanah longsor dan pohon.
Pembersihan material itu melibatkan anggota Polres Agam, Kodim 0304 Agam, Pemerintah Kecamatan Matur, Nagari Panta Pauh, mayarakat dan lainnya.
"Pembersihan material kita lakukan secara gotong royong dan sudah selesai dibersihkan, sehingga jalan sudah bisa dilalui kendaraan," katanya.
Ia menambahkan tanah longsor menimbun badan jalan itu akibat curah hujan sangat tinggi melanda daerah itu semenjak Senin (11/1) malam sampai Selasa (12/1) dini hari.
Akibatnya, longsor menimbun badan jalan dan tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu.
"Kami menerima laporan kejadian tanah longsor pada pukul 09.30 WIB atau setengah jam setelah kejadian," katanya.
Lutfi mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melewati daerah rawan longsor di Palembanyan, Kelok 44, Panta, Malalak dan lainnya saat curah hujan tinggi.
Daerah itu sangat rawan longsor akibat kondisi tanah masih labil dan mudah longsor saat hujan. (*)
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB