PGRI dukung tes usap bagi seluruh guru di Solok Selatan
Selasa, 13 Oktober 2020 12:37 WIB
Pemkab Solok Selatan melakukan tes usap bagi pegawai guna memutus mata rantai COVID-19 dan mulai hari ini hingga Kamis diagendakan tes usap bagi guru. (ANTARA/Erik IA)
Padang Aro, (ANTARA) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mendukung pelaksanaan tes usap atau swab test bagi seluruh guru di daerah itu guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
"Memang ada usulan dari anggota PGRI bagaimana kalau tes usap ini dilakukan terhadap keluarga yang terdampak saja atau bagi mereka yang melakukan perjalanan keluar daerah. Kami sebagai perwakilan organisasi tentu menampung semua aspirasi tersebut dan meneruskannya dengan menyurati Dinas Pendidikan agar tes usap bagi guru ditinjau ulang tetapi secara organisasi kami mendukung tes usap bagi guru," kata Ketua PGRI Solok Selatan Alsiswandri di Padang Aro, Selasa.
Dia mengatakan dengan jumlah guru yang cukup banyak mencapai 3.100 orang tentu pemikirannya juga berbeda-beda, dan PGRI sebagai organisasi yang mengayomi wajib membantu menyampaikan aspirasi mereka.
Selain itu, imbuhnya ada sejumlah guru yang memiliki penyakit seperti darah tinggi dan lainnya sedikit khawatir untuk melaksanakan tes usap.
"Intinya PGRI mendukung tes usap bagi guru dan hari ini sudah mulai dilaksanakan di Puskesmas terdekat dengan sekolah," ujarnya.
Selain mendukung dilakukannya tes usap, imbuhnya PGRI dan kepala Dinas Pendidikan telah menyepakati perjanjian bahwa bagi guru yang keluar daerah harus melakukan tes usap secara mandiri.
"Kepala sekolah boleh memberikan izin guru ke luar daerah, tapi sepulangnya dari luar daerah mereka harus tes usap mandiri," ujarnya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Solok Selatan Novrizon mengatakan pihaknya telah menerima surat dari PGRI terkait permintaan peninjauan ulang tes usap bagi guru.
"Kami terus memberikan pemahaman kepada guru betapa pentingnya tes usap guna memutus mata rantai penularan COVID-19. Mereka bisa menerima dan sekarang sudah mulai dilaksanakan," ujarnya.
Dia mengatakan tes usap bagi guru diagendakan selama tiga hari yaitu mulai Selasa sampai Kamis (15/10) di Puskesmas terdekat.
Selain itu seluruh pegawai di Dinas Pendidikan juga akan melakukan tes usap sekaligus mengawasi tes usap bagi para guru.
"Jadi bukan hanya guru yang dites tapi seluruh pegawai Dinas Pendidikan sekitat 80 orang,"ujarnya. (*)
"Memang ada usulan dari anggota PGRI bagaimana kalau tes usap ini dilakukan terhadap keluarga yang terdampak saja atau bagi mereka yang melakukan perjalanan keluar daerah. Kami sebagai perwakilan organisasi tentu menampung semua aspirasi tersebut dan meneruskannya dengan menyurati Dinas Pendidikan agar tes usap bagi guru ditinjau ulang tetapi secara organisasi kami mendukung tes usap bagi guru," kata Ketua PGRI Solok Selatan Alsiswandri di Padang Aro, Selasa.
Dia mengatakan dengan jumlah guru yang cukup banyak mencapai 3.100 orang tentu pemikirannya juga berbeda-beda, dan PGRI sebagai organisasi yang mengayomi wajib membantu menyampaikan aspirasi mereka.
Selain itu, imbuhnya ada sejumlah guru yang memiliki penyakit seperti darah tinggi dan lainnya sedikit khawatir untuk melaksanakan tes usap.
"Intinya PGRI mendukung tes usap bagi guru dan hari ini sudah mulai dilaksanakan di Puskesmas terdekat dengan sekolah," ujarnya.
Selain mendukung dilakukannya tes usap, imbuhnya PGRI dan kepala Dinas Pendidikan telah menyepakati perjanjian bahwa bagi guru yang keluar daerah harus melakukan tes usap secara mandiri.
"Kepala sekolah boleh memberikan izin guru ke luar daerah, tapi sepulangnya dari luar daerah mereka harus tes usap mandiri," ujarnya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Solok Selatan Novrizon mengatakan pihaknya telah menerima surat dari PGRI terkait permintaan peninjauan ulang tes usap bagi guru.
"Kami terus memberikan pemahaman kepada guru betapa pentingnya tes usap guna memutus mata rantai penularan COVID-19. Mereka bisa menerima dan sekarang sudah mulai dilaksanakan," ujarnya.
Dia mengatakan tes usap bagi guru diagendakan selama tiga hari yaitu mulai Selasa sampai Kamis (15/10) di Puskesmas terdekat.
Selain itu seluruh pegawai di Dinas Pendidikan juga akan melakukan tes usap sekaligus mengawasi tes usap bagi para guru.
"Jadi bukan hanya guru yang dites tapi seluruh pegawai Dinas Pendidikan sekitat 80 orang,"ujarnya. (*)
Pewarta : Erik Ifansyah Akbar/Joko Nugroho
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hasil tes usap PCR, kru dan pebalap tes pramusim MotoGP Mandalika bebas Omicron
11 February 2022 10:56 WIB, 2022
Hasil tes usap COVID-19 staf belum keluar, pelayanan tatap muka Disdukcapil Pasaman Barat masih tutup
12 August 2021 13:09 WIB, 2021
Satu staf terpapar COVID-19, seluruh staf Disdukcapil lakukan tes usap antispasi penyebaran
10 August 2021 12:44 WIB, 2021
Antisipasi lonjakan kasus COVID-19, Pemkab Pasbar wajibkan seluruh pegawai jalani tes usap
30 June 2021 10:49 WIB, 2021
Selain kena sanksi administrasi, 67 orang terjaring razia prokes di Payakumbuh juga dites usap
22 June 2021 17:23 WIB, 2021
Petugas tes usap 162 orang pelanggar prokes terjaring Operasi Yustisi di Bukittinggi
19 June 2021 18:55 WIB, 2021
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Roboh akibat banjir bandang, SDN 49 Batang Kabung kembali dibangun dengan TJSL PT Inalum
21 February 2026 1:44 WIB
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
13 February 2026 17:47 WIB
Pemkot Solok terima 1.091 paket buku dan alat tulis untuk murid terdampak banjir
15 December 2025 22:44 WIB