Padang (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit memberi bantuan dua unit android kepada warga Kurao,Kota Padang, Sabtu (12/9). Bantuan android tersebut diberikan usai Nasrul Abit memperoleh informasi ada dua orang anak yang tidak bisa mengikuti pelajaran daring karena tidak memiliki android.

Dengan membawa sebuah kantong berwarna oranye, Nasrul Abit ditemani kawan - kawan dari Komunitas Jurnalis Sepeda Sehat (JSS) menempuh gang sempit di belakang Pasar Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang tempat orangtua Ansyah Putra (Aan) dan Pamil Prasatio Syah Putra (Pamil) mengontrak rumah.

"Sengaja saya belikan dua unit agar Aan dan Pamil bisa belajar online. Saya dapat kabar dari kawan-kawan JSS ada warga kita sudah lebih seminggu tidak bisa ikut belajar daring karena tak punya android," ujar Nasrul Abit.

Dia berharap Aan dan Pamil bisa memanfaatkan android tersebut untuk kebutuhan belajar online.

"Rajin - rajin belajar ya, ukir prestasi sebaik-baiknya," pesan Nasrul Abit sambil mengusap kepala sikecil Pamil dan berpamitan.

Sementara Zulbaida berterima kasih kepada Nasrul Abit yang telah meringankan bebannya. "Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih sekali. Disaat kami sedang sulit beliau membantu," ungkapnya.

Sebelumnya kawan - kawan JSS mendapatkan informasi ada dua anak yang tidak bisa belajar online karena tidak memiliki android, dan JSS mencoba mencarikan donatur sebagai  bentuk kepedulian.

"Ini bentuk dari JSS Peduli. Selain bersepeda kami juga memberikan hal-hal positif kepada masyarakat," ujar Jhonny Abdul Kasir salah seorang anggota JSS dan penggagas kegiatan sosial tersebut, saat mendampingi Nasrul Abit menyalurkan bantuan.

Sebelumnya diberitakan, keluarga ini merupakan warga asal Kabupaten Pesisir Selatan yang baru satu bulan belakangan pindah ke Padang. Asraf (suami Zulbaida) sehari-hari bekerja sebagai pencari belut di Kenagarian Rawang Gunung Malelo Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir.

Tujuan mereka pindah ke Padang ingin mencari kehidupan baru dengan berjualan belut di pasar Siteba Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Sebab, sejak Pendemi COVID-19 ekonomi mereka sangat terguncang. Belut dijual langsung oleh Zulbaida sedangkan Asraf harus bolak-balik Pessel - Padang mengantarkan hasil tangkapannya.

Aan Kuliah di UIN Iman Bonjol Padang sedangkan adiknya Pamil baru saja pindah ke SD Negeri 10 Surau Gadang. Mereka saat ini menyewa rumah seadanya dibelakang Pasar Siteba.

Sudah hampir dua Minggu Pamil tidak mengikuti sekolah daring, sedangkan Aan harus meminjam handphone temannya untuk mengisi Kartu Lembaran Studi (KRS).

Aan dulunya bekerja sebagai garin Masjid di Padang, Namun karena COVID-19 kegiatan di Masjid tempatnya mengajar mengaji tidak ada kegiatan. Sehingga dia memutuskan untuk sementara waktu mambantu ibunya berjualan belut. (*)
 

Pewarta : Melani
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2024