Minum jamu di masa normal baru, kenapa tidak?
Kamis, 4 Juni 2020 16:18 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Minum jamu di masa normal baru mengapa tidak? Mengingat khasiatnya yang beragam mulai dari menguatkan sistem kekebalan tubuh hingga mengurangi peradangan dan kadar lemak tubuh. Lalu kapan sebaiknya Anda mengosumsinya?
"Setiap hari, boleh 2-3 kali sehari sebelum makan," ujar Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, saat dihubungi ANTARA, Kamis.
Ada berbagai racikan jamu yang bisa menjadi pilihan Anda, antara lain kunyit asam, beras kencur ditambah lemon, sambiloto bagi yang toleran dengan cita rasa pahit, jahe ataupun empon-empon.
Hanya saja, menurut Tania, untuk mereka yang memiliki keluhan semisal di lambung, sebaiknya meminum jamu setelah makan.
"Kalau ada keluhan nyeri lambung ya sebaiknya minuman-minuman jamu atau herbal tersebut diminum sesudah makan ya, kecuali misalnya dia tidak ada keluhan lambung bisa diminum duluan minuman jamu herbalnya sebelum makan," tutur dia.
Bagi Anda yang kadar kolesterol jahat dalam darahnya tinggi, konsumsi jamu disarankan untuk menurunkan kadar LDL. Jenis jamunya bisa terserah Anda.
"Karena hampir semua jamu-jamu itu menurunkan kadar kolesterol LDL," tutur Tania.
Dia memberikan contoh ramuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh berbahan dasar jahe, pegagan, temulawak dan gula merah. Berikut resepnya:
Bahan:
1 ibu jari jahe
1 jumput pegagan
1 ibu jari temulawak
1,5 gelas air
gula merah secukupnya
Cara membuat:
1. Jahe dan temulawak dimemarkan. Sementara pegagan dan gula merah dipotong kecil-kecil.
2. Semua bahan dicampur kemudian direbus sampai mendidih selama 10-15 menit.
3. Ramuan diminum hangat-hangat 1-2 gelas sekali per hari.
Seperti dikutip dari laman Litbang Kemenkes, jahe bisa mengurangi pegal-pegal, mencegah mual dan perut kembung. Sementara pegagan bermanfaat sebagai imunodobulator pada penyakit yang membutuhkan pertahanan sistem imun seluler maupun humoral.
Kandungan senyawa gliksida triterpenoid dan asiaticoside mempercepat perbaikan sel-sel kulit dan meningkatkan daya tubuh non-spesifik.
Di sisi lain, temulawak juga dikenal baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. Herbal ini memiliki kandungan senyawa kimia yang terdapat pada rimpangnya, seperti tumerol, lalu minyak asitri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol dan kurkuminoid.
Kurkuminoid bermanfaat menetralkan racun, menghilangkan nyeri, antibakteri, mencegah pelemakan dalam sel-sel hati dan antioksidan.
"Setiap hari, boleh 2-3 kali sehari sebelum makan," ujar Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, saat dihubungi ANTARA, Kamis.
Ada berbagai racikan jamu yang bisa menjadi pilihan Anda, antara lain kunyit asam, beras kencur ditambah lemon, sambiloto bagi yang toleran dengan cita rasa pahit, jahe ataupun empon-empon.
Hanya saja, menurut Tania, untuk mereka yang memiliki keluhan semisal di lambung, sebaiknya meminum jamu setelah makan.
"Kalau ada keluhan nyeri lambung ya sebaiknya minuman-minuman jamu atau herbal tersebut diminum sesudah makan ya, kecuali misalnya dia tidak ada keluhan lambung bisa diminum duluan minuman jamu herbalnya sebelum makan," tutur dia.
Bagi Anda yang kadar kolesterol jahat dalam darahnya tinggi, konsumsi jamu disarankan untuk menurunkan kadar LDL. Jenis jamunya bisa terserah Anda.
"Karena hampir semua jamu-jamu itu menurunkan kadar kolesterol LDL," tutur Tania.
Dia memberikan contoh ramuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh berbahan dasar jahe, pegagan, temulawak dan gula merah. Berikut resepnya:
Bahan:
1 ibu jari jahe
1 jumput pegagan
1 ibu jari temulawak
1,5 gelas air
gula merah secukupnya
Cara membuat:
1. Jahe dan temulawak dimemarkan. Sementara pegagan dan gula merah dipotong kecil-kecil.
2. Semua bahan dicampur kemudian direbus sampai mendidih selama 10-15 menit.
3. Ramuan diminum hangat-hangat 1-2 gelas sekali per hari.
Seperti dikutip dari laman Litbang Kemenkes, jahe bisa mengurangi pegal-pegal, mencegah mual dan perut kembung. Sementara pegagan bermanfaat sebagai imunodobulator pada penyakit yang membutuhkan pertahanan sistem imun seluler maupun humoral.
Kandungan senyawa gliksida triterpenoid dan asiaticoside mempercepat perbaikan sel-sel kulit dan meningkatkan daya tubuh non-spesifik.
Di sisi lain, temulawak juga dikenal baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. Herbal ini memiliki kandungan senyawa kimia yang terdapat pada rimpangnya, seperti tumerol, lalu minyak asitri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol dan kurkuminoid.
Kurkuminoid bermanfaat menetralkan racun, menghilangkan nyeri, antibakteri, mencegah pelemakan dalam sel-sel hati dan antioksidan.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
13 February 2026 17:47 WIB
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman hadiri pelantikan pengurus cabang Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2025-2030
30 January 2026 17:38 WIB
Antusiasme tinggi, penjualan tiket KA masa libur Isra Mi'raj lebih 100 persen
19 January 2026 21:39 WIB
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Macan tutul cakar pemuda dan bikin panik warga Maruyung Kabupaten Bandung
05 February 2026 12:36 WIB
Transformasi Bang Dodo (Ridho Riyansa) : Dari meja bankir jadi pionir edukasi digital Sumatra Barat
19 January 2026 19:01 WIB
Sudah optimal, operasi pencarian satu korban KM Putri Saknah di Labuan Bajo ditutup
09 January 2026 22:51 WIB
Masyarakat diimbau tidak terpengaruh info tak valid terkait air di lubang sinkhole
09 January 2026 20:39 WIB