Siapkan 360 rumah sakit rujukan, pemerintah akan lebih agresif temukan kasus baru COVID-19
Rabu, 1 April 2020 17:13 WIB
Tim dokter melakukan pemeriksaan awal terhadap pasien di ruang IGD Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta. (ANTARA/HO-Tim Kesehatan Kogasgabpad)
Jakarta, (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, pihaknya akan lebih agresif untuk menemukan kasus baru dan mencegah penularan lebih meluas wabah tersebut.
"Komitmen ke depan akan lebih agresif lagi, isolasi lakukan untuk memutus rantai penularan lebih luas di masyarakat," kata Yuri dalam konferensi persnya di gedung Graha BNPB Jakarta, Rabu.
Yuri mengatakan, agar lebih cepat mendeteksi kasus baru COVID-19, pemerintah telah mempersiapkan 360 rumah sakit rujukan, baik dari pemerintah, TNI, Polri, BUMN dan swasta.
Selain itu, pemerintah mengerahkan 5.000 petugas kesehatan untuk menyelidiki epidemiologi kontak yang terlibat dengan kasus pasien positif.
Baca juga: Sudah 12 orang positif COVID-19 di Sumbar, tambah satu pasien terpapar setelah ada keluarga pulang dari Malaysia
Sedikitnya, 4.750 kit "rapid test" telah didistribusikan ke berbagai daerah sebagai langkah pengecekan awal untuk menemukan kasus positif.
Kemudian, 6.500 sampel uji kasus telah dikirim pemerintah ke-34 laboratorium di seluruh Indonesia yang digunakan untuk menguji dan menentukan diagnosa.
"Ini akan memakan energi dan sumber daya manusia yang banyak dan ini akan terus dilakukan," ujar Yuri.
Yuri juga berpesan agar masyarakat semakin taat mengikuti imbauan pemerintah baik pusat maupun daerah terkait "physical distancing" dan menjaga kebersihan tangan yang terbukti efektif mencegah penyebaran COVID-19.
Hingga Rabu (4/1) sore tercatat sebanyak 1.677 orang di Indonesia positif COVID-19, 103 orang di antaranya sembuh, sedangkan untuk pasien COVID-19 yang meninggal 157 orang. (*)
Baca juga: Padang tetapkan RSUD Rasidin sebagai rumah sakit khusus COVID-19
"Komitmen ke depan akan lebih agresif lagi, isolasi lakukan untuk memutus rantai penularan lebih luas di masyarakat," kata Yuri dalam konferensi persnya di gedung Graha BNPB Jakarta, Rabu.
Yuri mengatakan, agar lebih cepat mendeteksi kasus baru COVID-19, pemerintah telah mempersiapkan 360 rumah sakit rujukan, baik dari pemerintah, TNI, Polri, BUMN dan swasta.
Selain itu, pemerintah mengerahkan 5.000 petugas kesehatan untuk menyelidiki epidemiologi kontak yang terlibat dengan kasus pasien positif.
Baca juga: Sudah 12 orang positif COVID-19 di Sumbar, tambah satu pasien terpapar setelah ada keluarga pulang dari Malaysia
Sedikitnya, 4.750 kit "rapid test" telah didistribusikan ke berbagai daerah sebagai langkah pengecekan awal untuk menemukan kasus positif.
Kemudian, 6.500 sampel uji kasus telah dikirim pemerintah ke-34 laboratorium di seluruh Indonesia yang digunakan untuk menguji dan menentukan diagnosa.
"Ini akan memakan energi dan sumber daya manusia yang banyak dan ini akan terus dilakukan," ujar Yuri.
Yuri juga berpesan agar masyarakat semakin taat mengikuti imbauan pemerintah baik pusat maupun daerah terkait "physical distancing" dan menjaga kebersihan tangan yang terbukti efektif mencegah penyebaran COVID-19.
Hingga Rabu (4/1) sore tercatat sebanyak 1.677 orang di Indonesia positif COVID-19, 103 orang di antaranya sembuh, sedangkan untuk pasien COVID-19 yang meninggal 157 orang. (*)
Baca juga: Padang tetapkan RSUD Rasidin sebagai rumah sakit khusus COVID-19
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan dan Livia Kristianti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling Kota Padang, hari ini Minggu (19/04/2026)
19 April 2026 4:48 WIB
Harga emas Antam Kamis (19/03/2026) turun Rp53.000 jadi Rp2.943.000 per gram
19 March 2026 10:32 WIB
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 19,5 Persen di Sumbar Jelang Idul Fitri 1447 H
16 March 2026 13:12 WIB