Peluncuran Kartu Pra Kerja dipercepat
Rabu, 26 Februari 2020 15:32 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawat di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (26/2/2020). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peluncuran Kartu Pra Kerja yang sebelumnya direncanakan pada pertengahan tahun dipercepat menjadi Maret 2020 sebagai langkah mengurangi dampak virus corona jenis Covid-19 terhadap perekonomian.
“Tadinya, direncanakan pada pertengahan tahun, tapi kemarin Bapak Presiden mengatakan kita akan mulai melakukan pada Maret,” katanya di Jakarta, Rabu.
Sri Mulyani menyebutkan pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp10 triliun untuk program Kartu Pra Kerja yang diyakini dapat memberikan fasilitas pelatihan kepada dua juta penerima.
“Ada Rp10 triliun dengan dua juta potensi penerima yang akan mendapat Kartu Pra Kerja untuk bisa melakukan vocational training,” ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat 500 ribu calon pekerja yang akan menerima Kartu Pra Kerja pada tahap awal sehingga ada Rp2 triliun untuk membiayai aktivitas pelatihan tersebut.
“Kalau kita mulai dari 500 ribu (calon pekerja) maka kita perkirakan akan ada Rp2 triliun kegiatan training. Kita harap ada suplainya yang membuat training di bidang tourism dan lainnya,” ujarnya.
Sri Mulyani berharap melalui program Kartu Pra Kerja, dapat memberikan stimulus dalam mendorong perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2020 yang berpotensi terpengaruh virus corona.
“Paling tidak akan ada mindset pada masyarakat agar merasa ada kegiatan. Pemerintah siap dengan instrumen untuk mendorong perekonomian kuartal satu yang sangat terpengaruh oleh virus corona,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Kartu Pra Kerja disiapkan sebagai solusi bagi tujuh juta masyarakat Indonesia yang sedang mencari pekerjaan.
“Arahan Presiden itu dilaksanakan Maret dan dikhususkan daerah yang kena virus corona seperti sektor pariwisatanya yaitu Bali, Sulut, dan Kepulauan Riau,” ujarnya.
Airlangga menyatakan para penerima Kartu Pra Kerja akan menerima uang saku sebesar Rp500 ribu per bulan yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mereka.
“Mereka akan dilatih dan terima uang saku Rp500 ribu per bulan. Dilakukan training dengan harapan semakin memiliki skill,” katanya.
“Tadinya, direncanakan pada pertengahan tahun, tapi kemarin Bapak Presiden mengatakan kita akan mulai melakukan pada Maret,” katanya di Jakarta, Rabu.
Sri Mulyani menyebutkan pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp10 triliun untuk program Kartu Pra Kerja yang diyakini dapat memberikan fasilitas pelatihan kepada dua juta penerima.
“Ada Rp10 triliun dengan dua juta potensi penerima yang akan mendapat Kartu Pra Kerja untuk bisa melakukan vocational training,” ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat 500 ribu calon pekerja yang akan menerima Kartu Pra Kerja pada tahap awal sehingga ada Rp2 triliun untuk membiayai aktivitas pelatihan tersebut.
“Kalau kita mulai dari 500 ribu (calon pekerja) maka kita perkirakan akan ada Rp2 triliun kegiatan training. Kita harap ada suplainya yang membuat training di bidang tourism dan lainnya,” ujarnya.
Sri Mulyani berharap melalui program Kartu Pra Kerja, dapat memberikan stimulus dalam mendorong perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2020 yang berpotensi terpengaruh virus corona.
“Paling tidak akan ada mindset pada masyarakat agar merasa ada kegiatan. Pemerintah siap dengan instrumen untuk mendorong perekonomian kuartal satu yang sangat terpengaruh oleh virus corona,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Kartu Pra Kerja disiapkan sebagai solusi bagi tujuh juta masyarakat Indonesia yang sedang mencari pekerjaan.
“Arahan Presiden itu dilaksanakan Maret dan dikhususkan daerah yang kena virus corona seperti sektor pariwisatanya yaitu Bali, Sulut, dan Kepulauan Riau,” ujarnya.
Airlangga menyatakan para penerima Kartu Pra Kerja akan menerima uang saku sebesar Rp500 ribu per bulan yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mereka.
“Mereka akan dilatih dan terima uang saku Rp500 ribu per bulan. Dilakukan training dengan harapan semakin memiliki skill,” katanya.
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menuju predikat SAKIP A, Kementerian ATR/BPN fokus perkuat tujuh pra-kondisi
13 August 2025 11:02 WIB
Lima Tahun Bergulir, Program Light Up The Dream Donasi Pegawai PLN Nyalakan 29.109 Listrik Gratis untuk Keluarga Pra Sejahtera
27 January 2025 10:43 WIB, 2025
Program listrik gratis ligh up the dream PLN bantu keluarga pra sejahtera di Tanah Datar
15 January 2025 17:18 WIB, 2025
Sekdakab Buka Rapat Pra Orientasi Penyusunan RPJMD Kabupaten Pesisir Selatan
15 January 2025 15:17 WIB, 2025
Stella Christie diharapkan mampu optimalkan cara belajar mahasiswa RI
21 October 2024 10:02 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB