HMI: kecacatan mental, sebabkan korupsi muncul lagi
Jumat, 7 Februari 2020 20:52 WIB
Ketua bidang pembinaan PB HMI Muhammad Syahril (kanan) saat diskusi ‘Indonesia Maju, Prasyarat Nirkorupsi di Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat. (ANTARA/ Abdu Faisal)
Jakarta (ANTARA) - Ketua bidang pembinaan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Muhammad Syahril mengatakan bahwa persoalan korupsi yang muncul lagi akhir-akhir ini di Indonesia karena kecacatan mental.
"Bangsa Indonesia ini terbiasa kalau ada masalah berhadap-hadapan. Tapi kalau korupsi kan sembunyi-sembunyi. Ini kecacatan mental," ujar Syahril, dalam diskusi 'Indonesia Maju, Prasyarat Nirkorupsi' di Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat.
Di depan tokoh nasional Din Syamsuddin dan anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera, Syahril angkat bicara mengenai korupsi yang menurutnya dapat menjalari mental generasi muda yang ada di Indonesia.
"Generasi muda yang sangat besar dan mulai memasuki jabatan tertentu dan institusi pemerintahan sekitar 35 persen dari total penduduk saat ini akan terpengaruh kebiasaan saat ini tidak lagi membiasakan diri berhadap-hadapan," kata Syahril.
Untuk itu, pemerintah disarankan lebih mengutamakan pendidikan dan kebudayaan dalam mengembalikan mental bangsa dan kesadaran diri menjadi manusia sejati.
"Kita sebagai manusia seperti kehilangan kesadaran sebagai manusia dalam Islam, khalifah di bumi. Jadi kurangnya kesadaran terhadap diri sebagai manusia sejati sehingga keserakahan itu muncul," demikian penjelasan Syahril.
"Bangsa Indonesia ini terbiasa kalau ada masalah berhadap-hadapan. Tapi kalau korupsi kan sembunyi-sembunyi. Ini kecacatan mental," ujar Syahril, dalam diskusi 'Indonesia Maju, Prasyarat Nirkorupsi' di Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat.
Di depan tokoh nasional Din Syamsuddin dan anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera, Syahril angkat bicara mengenai korupsi yang menurutnya dapat menjalari mental generasi muda yang ada di Indonesia.
"Generasi muda yang sangat besar dan mulai memasuki jabatan tertentu dan institusi pemerintahan sekitar 35 persen dari total penduduk saat ini akan terpengaruh kebiasaan saat ini tidak lagi membiasakan diri berhadap-hadapan," kata Syahril.
Untuk itu, pemerintah disarankan lebih mengutamakan pendidikan dan kebudayaan dalam mengembalikan mental bangsa dan kesadaran diri menjadi manusia sejati.
"Kita sebagai manusia seperti kehilangan kesadaran sebagai manusia dalam Islam, khalifah di bumi. Jadi kurangnya kesadaran terhadap diri sebagai manusia sejati sehingga keserakahan itu muncul," demikian penjelasan Syahril.
Pewarta : Abdu Faisal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mills dan Marc Klok berkolaborasi, kenalkan jersei terbaru di JSD 2025
15 February 2025 18:38 WIB, 2025
Lifter Rizki Juniansyah raih perak dan perunggu kejuaraan dunia 2024
11 December 2024 8:52 WIB, 2024
Tingkatkan Kapasitas Aparatur Hadapi Bencana, Pemko Padang Gelar Pelatihan bagi TRC PB
02 December 2024 16:19 WIB, 2024
PB PODSI jelaskan penyebab Jawa Barat dan Kalteng didiskualifikasi
15 September 2024 15:14 WIB, 2024
Pelatih: Angin salah satu penyebab tim dayung Jabar didiskualifikasi
15 September 2024 15:13 WIB, 2024