Padang Aro (ANTARA) - Sebanyak 231 orang calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat melaksanakan ujian tertulis yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. 

"Seleksi tertulis kami laksanakan secara manual atau dengan kertas pensil di kampus Widiaswara Solok Selatan," kata Komisioner KPU divisi Tekhnis Wilson, di Padang Aro, Kamis. 

Dia mengatakan, untuk anggota PPK di Solok Selatan dibutuhkan 35 orang atau setiap kecamatan dipilih lima orang yang dinyatakan lulus. 

Untuk pendaftar calon anggota PPK, katanya sebanyak 272 orang dan setelah dilakukan seleksi administrasi oleh KPU yang diawasi langsung oleh Bawaslu yang memenuhi syarat hanya 231 orang. 

"Peserta lulus administrasi inilah yang mengikuti ujian tertulis dan akan dipilih 10 orang dengan nilai tertinggi untuk dibahas dalam rapat pleno KPU untuk dijadikan lima orang," ujarnya. 

Untuk pendaftaran calon anggota PPK, katanya, minimal satu kecamatan 10 orang atau dua kali lipat dari jumlah kebutuhan. 

Untuk pelamar di Solok Selatan, katanya, setiap kecamatan memenuhi syarat minimal dan yang paling banyak pelamarnya untuk Kecamatan Sungai Pagu yaitu 65 orang. 

KPU Solok Selatan sudah meluncurkan Pilkada Serentak 2020 pada 20 Januari 2020 sebagai tanda bahwa tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan sudah dimulai.

Tahapan yang sudah dilaksanakan oleh KPU yaitu penyusunan anggaran sudah selesai serta sosialisasi ke seluruh Kecamatan dengan sasaran tokoh masyarakat perangkat kecamatan hingga nagari.

Sekarang KPU sudah masuk ke tahapan perekrutan PPK dan sudah dilaksanakan ujian tertulis. 

Selain itu, katanya, dalam waktu dekat pihaknya akan menerima syarat dukungan calon perseorangan dan sampai saat ini sudah ada perwakilan calon perseorangan yang berkoordinasi dengan KPU.

Sebelumnya Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria mengatakan Pilkada 2020 merupakan pesta demokrasi yang sudah sering dilaksanakan tetapi masih ada kekurangan dimana-mana.

"Ke depan semua pihak harus satu visi agar Pilkada bisa berjalan secara lancar, tertib dan aman," ujarnya.

Semua masyarakat, katanya, harus bersatu agar terpilih pemimpin yang lahir dari proses demokrasi.

"Masyarakat jangan terkecoh tentang nama tokoh yang mendadak baik sesaat saja tetapi harus didalami dulu karakteristiknya," kata dia. 

Pewarta : Erik Ifansya Akbar
Editor : Joko Nugroho
Copyright © ANTARA 2024