Dari Kriminalisasi KPK, Mahfud Menjadi Kandidat Capres
Selasa, 2 April 2013 16:19 WIB
Mahfud MD. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menceritakan awal mula dirinya masuk menjadi salah satu calon presiden (capres), yakni setelah putusan pembukaan rekaman kriminalisasi pimpinan KPK.
"Munculnya nama saya sebagai capres itu sebenarnya sudah mulai pada awal 2010 ketika MK tanpa bermaksud promosi dalam putusan Bibit Candra yang memutarkan permainan Anggodo," kata Mahfud, saat acara perpisahan dengan wartawan di Jakarta, Selasa.
Mahfud menceritakan ketika kasus ini muncul, masyarakat tidak percaya MK akan berani memutar rekaman penyadapan pengaturan kasus di pengadilan.
Kasus itu ada peristiwa penegangan dengan Polri dengan penarikan staff kemanan karena panasnya dari pemberitaan itu, dan setelah adanya komunikasi lalu selesai.
"Sejak itu 2010 awal mulai muncul nama-nama calon presiden dan menyebutkan saya calon presiden. Ini muncul secara spontan," kata Mahfud.
Kemudian banyak ditanyakan wartawan, dan muncul jawaban dariku kalau tidak punya potongan atau jahitan untuk jadi presiden, karena tidak mudah menjadi presiden.
"Pertanyaan itu selalu muncul, dan saya didatangi teman-teman, seperti Pak Hasyim Muzadi yang mengatakan 'anda tidak boleh menolak untuk jadi presiden'," katanya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, semakin hari semakin berkembang sampai ke pesantren-pesantren di Jawa Timur dan kemudian survei mulai menguaat hingga saat ini.
"Hingga pada akhirnyaa saya nyatakan ini bersungguh-sungguh kalau memang pilihan rakyat kesitu dan memang bukan direkayasa pada saatnya, saya akan katakan tidak akan menolak tetapi tidak akan memburu itu. Biarkan rakyat yang memilih," katanya.
Mahfud mengaku tidak akan melakukan kompetisi yang pertaruhkan secara mati-matian. "Rakyat itu milih yang baik, jika orang itu dipilih Tuhan maka akan ada jalannya," katanya.
Dia mengaku saat ini sudah punya tim untuk mempersiapkan untuk berkompetisi dalam perebutan kursi presiden 2014. "Saya punya enam orang teman. Tidak ada posko atau tim mewah," kata Mahfud. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Rusma Yul Anwar: jangan ada kriminalisasi dalam pendistribusian kios bagi pedagang
02 October 2023 16:49 WIB, 2023
Jamin independensi, Perludem sebut wartawan harus dilindungi dari kriminalisasi
11 February 2023 14:16 WIB, 2023
Penjelasan Polri terkait pengusutan kasus penyerangan ulama yang terjadi di sejumlah wilayah
28 September 2021 8:53 WIB, 2021
Kajari : Tak ada kriminalisasi pada Pemda dalam pencairan dana COVID-19
27 July 2021 15:55 WIB, 2021
Selama ada bukti, penetapan tersangka Bachtiar Nasir bukan kriminalisasi, kata ahli hukum
09 May 2019 17:08 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018