Padang, (ANTARA) - Penurunan harga cabai merah dan tiket pesawat udara mendorong terjadinya deflasi di Padang pada Oktober 2019 berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik Sumatera Barat.

"Pada Oktober 2019 Padang mengalami deflasi sebesar 0,34 persen dengan andil terbesar pendorong deflasi adalah penurunan harga  tiket pesawat, angkutan udara, tongkol dan lainnya," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Jumat.

Menurut dia pada Oktober  2019  selain cabai merah sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain telur ayam ras, cabai hijau, jengkol, perhiasan emas, udang basah, cumi-cumi dan kacang panjang.


Sebaliknya Pada sisi lain sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga pada Oktober 2019 yaitu bawang merah, beras, daging ayam ras, blus, teri, petai, tomat sayur, ikan asin, buncis dan pepaya.


Ia memaparkan dari 23 kota di Sumatera 13 kota mengalami deflasi dan urutan ke 10 kota mengalami inflasi.

Deflasi  tertinggi terjadi di Tembilahan  sebesar 0,59  persen dan terendah di Pangkal Pinang 0,02 persen.

Sementara Padang menduduki peringkat ke lima dari seluruh kota yang mengalami deflasi dan urutan kesembilan dari 70 kota yang mengalami deflasi secara nasional.

Sebelumnya  harga komoditas cabai di Pasar Raya Padang  terus mengalami penurun  dari Rp44.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kilogram atau turun Rp4.000 per kilogram pada Senin .

"Selain harga cabai dari Jawa turun, cabai lokal juga turun yakni dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp38.000," kata salah seorang pedagang cabai di Pasar Raya Padang Ilma Muliati (40).

Penurunan harga cabai tersebut sudah berlangsung sejak beberapa pekan  terakhir yang  disebabkan melimpahnya pasokan dari petani, sedangkan jumlah permintaan di pasar melemah. 

Ia juga mengatakan biasanya cabai dari jawa lebih laku di pasaran dibandingkan cabai lokal. 

Selain itu  harga bawang putih juga turun dari Rp32.000 per kilogram, menjadi Rp30.000 per kilogram dan bawang merah  turun dari Rp22.000 per kilogram menjadi Rp18.000 per kilogram.