Hadapi pilkada, Darizal Basir minta masyarakat tetap jaga persaudaraan dan persatuan
Selasa, 3 September 2019 11:27 WIB
Anggota DPR RI, Darizal Basir berfoto bersama warga. (ANTARA SUMBAR/Didi Someldi Putra)
Painan (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI, Darizal Basir mengimbau masyarakat untuk tidak terpolarisasi dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 baik tingkat kabupaten maupun provinsi.
"Berbeda pendapat dan pilihan pada pilkada wajar karena itu merupakan bunga dari demokrasi, namun jangan berlebihan apalagi hingga terpolarisasi," katanya di Painan, Selasa.
Dengan terpolarisasi, tambahnya, maka akan berdampak kurang baik terhadap rasa kekeluargaan dan persatuan yang terjalin di tengah masyarakat, justru menjadi pemantik cikal bakal pertikaian.
"Demokrasi merupakan proses yang ideal dalam melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, maka dari itu sebaiknya kita jalani dengan cara yang baik dan ideal pula," imbuhnya.
Ia menyebutkan pada setiap gelaran pilkada, masyarakat dituntut untuk benar-benar mampu menjatuhkan pilihan kepada sosok yang pantas secara rasional bukan karena suku, ras dan sebagainya.
"Ini tantangan bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus ini juga tantangan bagi para kandidat seputar upaya yang akan dilakukan untuk meyakinkan pemilih mengenai potensi yang dimilikinya," katanya lagi.
Menurutnya sosok yang patut dipilih menjadi pemimpin ialah mereka yang mampu merancang sebuah potensi menjadi sebuah kekuatan besar yang akan berdampak baik kepada masyarakatnya.
Sebelumnya, Plt Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik menyebutkan sebanyak 270 daerah di Indonesia akan menyelenggarakan pilkada pada 23 September 2020 yang terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.
Dalam pelaksananya pihaknya berharap bisa semakin baik, salah satunya dengan bercermin pada pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya.
Untuk itu pihaknya telah melakukan serangkaian evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Legislatif 2019 dengan melibatkan semua pemangku kepentingan baik di daerah maupun pusat.
"Berbeda pendapat dan pilihan pada pilkada wajar karena itu merupakan bunga dari demokrasi, namun jangan berlebihan apalagi hingga terpolarisasi," katanya di Painan, Selasa.
Dengan terpolarisasi, tambahnya, maka akan berdampak kurang baik terhadap rasa kekeluargaan dan persatuan yang terjalin di tengah masyarakat, justru menjadi pemantik cikal bakal pertikaian.
"Demokrasi merupakan proses yang ideal dalam melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, maka dari itu sebaiknya kita jalani dengan cara yang baik dan ideal pula," imbuhnya.
Ia menyebutkan pada setiap gelaran pilkada, masyarakat dituntut untuk benar-benar mampu menjatuhkan pilihan kepada sosok yang pantas secara rasional bukan karena suku, ras dan sebagainya.
"Ini tantangan bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus ini juga tantangan bagi para kandidat seputar upaya yang akan dilakukan untuk meyakinkan pemilih mengenai potensi yang dimilikinya," katanya lagi.
Menurutnya sosok yang patut dipilih menjadi pemimpin ialah mereka yang mampu merancang sebuah potensi menjadi sebuah kekuatan besar yang akan berdampak baik kepada masyarakatnya.
Sebelumnya, Plt Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik menyebutkan sebanyak 270 daerah di Indonesia akan menyelenggarakan pilkada pada 23 September 2020 yang terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.
Dalam pelaksananya pihaknya berharap bisa semakin baik, salah satunya dengan bercermin pada pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya.
Untuk itu pihaknya telah melakukan serangkaian evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Legislatif 2019 dengan melibatkan semua pemangku kepentingan baik di daerah maupun pusat.
Pewarta : Didi Someldi Putra
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bantu atasi dampak COVID-19, Darizal Basir salurkan 500 paket sembako untuk guru honorer
28 September 2021 6:57 WIB, 2021
PLTU MT Riau-1: Sofyan Basir bebas, Erick Thohir hormati proses hukum
04 November 2019 15:04 WIB, 2019
Sofyan Basir divonis tidak bersalah, Hakim perintahkan buka blokir seluruh rekening
04 November 2019 14:32 WIB, 2019
Usai divonis bebas, Sofyan Basir akan langsung dibebaskan dari tahanan KPK
04 November 2019 13:56 WIB, 2019
Mantan Dirut PT PLN Sofyan Basir divonis bebas dalam perkara PLTU MT Riau-1
04 November 2019 13:20 WIB, 2019
Darizal Basir minta semua pihak bahu membahu agar pembangunan RSUD M Zein cepat selesai
03 September 2019 10:16 WIB, 2019
Papua Terkini - DPR segera gelar Rapat Dengar Pendapat terkait kerusuhan Papua
02 September 2019 18:12 WIB, 2019
Empat kali tak hadir, akhirnya Ignasius Jonan ke KPK terkait kasus PLTU Riau-1
31 May 2019 10:16 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB