Papua Terkini - Pangdam Cenderawasih minta semua pihak di Kota Jayapura menahan diri
Senin, 2 September 2019 6:11 WIB
Aktivitas warga di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9) kembali normal pascaaksi demo tolak rasisme berujung anarkis pada Kamis (29/8). (ANTARA News Papua / Alfian Rumagit)
Jayapura, (ANTARA) - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Jhosua Pandit Sembiring meminta kepada semua pihak yang ada di Kota Jayapura untuk menahan diri dan memberikan kesempatan kepada aparat keamanan untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman.
Hal ini disampaikan Mayjen TNI Jhosua Pandit Sembiring dalam dialog interaktif di RRI Jayapura, Kota Jayapura, Minggu bersama Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja dan Analis kebijakan Utama Lemdikpol Irjen Pol Paulus Waterpauw dengan topik Damailah Papuaku.
"Saya bersama Kapolda Papua sudah mengumpulkan para tokoh agama dan paguyuban. Kami lakukan komunikasi, agar bisa menahan diri biar konflik ini tidak ada yang diuntungkan," katanya.
Baca juga: Papua Terkini - Kapolda sebut situasi di Kota Jayapura sangat kondusif
Baca juga: Papua terkini - Penyaluran BBM di Kota dan Kabupaten Jayapura berangsur normal
Menurut dia, akibat dari demo yang berujung anarkis sejumlah bangunan rusak dan terbakar, termasuk aktivitas ekonomi terhambat.
"Kita lihat, akibat dari kejadian atau pertikaian kemarin, roda ekonomi beberapa hari yang lalu sempat tersendat begitu pun dengan aktivitas masyarakat termaksud anak sekolah," katanya.
Namun, lanjut dia, atas kerja keras TNI dan Polri dengan didukung oleh seluruh elemen masyarakat, maka pada hari ini situasi sudah kondusif dan kegiatan mulai berjalan begitu pun dengan kegiatan masyarakat.
"Harapannya situasi seperti ini terus terjaga. Mari kita saling menahan diri, kita bangun Papua untuk masyarakat yang maju," katanya. (*)
Baca juga: 2.500 pasukan gabungan TNI-Polri dikerahkan amankan Jayapura
Baca juga: Aktivitas masyarakat di Jayapura kembali normal, pasar mulai ramai
Hal ini disampaikan Mayjen TNI Jhosua Pandit Sembiring dalam dialog interaktif di RRI Jayapura, Kota Jayapura, Minggu bersama Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja dan Analis kebijakan Utama Lemdikpol Irjen Pol Paulus Waterpauw dengan topik Damailah Papuaku.
"Saya bersama Kapolda Papua sudah mengumpulkan para tokoh agama dan paguyuban. Kami lakukan komunikasi, agar bisa menahan diri biar konflik ini tidak ada yang diuntungkan," katanya.
Baca juga: Papua Terkini - Kapolda sebut situasi di Kota Jayapura sangat kondusif
Baca juga: Papua terkini - Penyaluran BBM di Kota dan Kabupaten Jayapura berangsur normal
Menurut dia, akibat dari demo yang berujung anarkis sejumlah bangunan rusak dan terbakar, termasuk aktivitas ekonomi terhambat.
"Kita lihat, akibat dari kejadian atau pertikaian kemarin, roda ekonomi beberapa hari yang lalu sempat tersendat begitu pun dengan aktivitas masyarakat termaksud anak sekolah," katanya.
Namun, lanjut dia, atas kerja keras TNI dan Polri dengan didukung oleh seluruh elemen masyarakat, maka pada hari ini situasi sudah kondusif dan kegiatan mulai berjalan begitu pun dengan kegiatan masyarakat.
"Harapannya situasi seperti ini terus terjaga. Mari kita saling menahan diri, kita bangun Papua untuk masyarakat yang maju," katanya. (*)
Baca juga: 2.500 pasukan gabungan TNI-Polri dikerahkan amankan Jayapura
Baca juga: Aktivitas masyarakat di Jayapura kembali normal, pasar mulai ramai
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aktivis mahasiswa Universitas Cenderawasih berharap masyarakat dukung pemeriksaan Lukas Enembe
12 October 2022 5:58 WIB, 2022
TNI beri bantuan pakaian warga kampung Wonorejo di perbatasan RI-PNG
08 February 2021 7:27 WIB, 2021
Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih lepas jenazah tiga orang polisi korban bentrokan
13 April 2020 12:00 WIB, 2020
Kapendam XVII Cenderawasih akui satu anggota Koramil Jila terluka ditembak KKB
09 March 2020 9:59 WIB, 2020
Aparat keamanan kontak tembak dengan KKB di Ugimba, satu anggota TNI gugur
20 December 2019 13:51 WIB, 2019
Anggota TNI dievakuasi dari Mulia ke Jayapura karena luka parah terkena panah
25 September 2019 13:10 WIB, 2019