Presiden sebut kejayaan sudah di depan mata, tapi perlu perjuangan meraihnya
Selasa, 16 Juli 2019 10:24 WIB
Presiden Jokowi melantik Perwira Remaja lulusan Akademi Militer dan Akademi Kepolisian di halaman Istana Merdeka Jakarta, Selasa (16/7/2019). (ANTARA News/Agus Salim)
Jakarta, (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyatakan kejayaan Indonesia sudah di depan mata tetapi perlu perjuangan keras dan cerdas untuk meraihnya.
"Saudara-saudara adalah penjaga masa depan bangsa ini. Kejayaan Indonesia sudah ada di depan mata tetapi harus diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas," kata Presiden Jokowi pada pelantikan Perwira Remaja 2019 di halaman Istana Merdeka Jakarta, Selasa.
Kepala Negara menegaskan ada masa depan yang penuh harapan tapi juga penuh dengan tantangan-tantangan besar.
"Tantangan yang kita hadapi ke depan semakin berat. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat, bahkan maha cepat," katanya.
Atas nama pribadi, masyarakat, bangsa dan negara, Presiden Jokowi menyampaikan selamat atas pelantikan para ksatria muda sebagai Perwira Remaja TNI dan Polri.
"Saudara-saudara sudah melalui proses penyaringan yang sangat ketat selama menjadi taruna. Perjuangan saudara-saudara juga sangatlah berat, saya tahu. Gemblengan untuk saudara saudara juga sangatlah hebat," katanya.
Menurut dia, gemblengan yang membuat ketahanan mental dan fisik para perwira muda menjadi prima, menjadikannya sebagai putra/putri terbaik bangsa Indonesia.
"Karena itu saya sekali lagi mengucapkan selamat dan sukses. Dan saya bangga bisa melantik saudara saudara para ksatria muda," kata Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Wapres M Jusuf Kalla, Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Istri Wapres Mufidah Jusuf Kalla.
Presiden berpesan kepada para Perwira Remaja TNI/Polri agar sepanjang karir nanti, ingat perasaan bangga orang tua.
"Jangan pernah kecewakan orang tua, jangan pernah kecewakan bangsa Indonesia, jangan pernah kecewakan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya. Presiden Jokowi melantik Perwira Remaja lulusan Akademi Militer dan Akademi Kepolisian di halaman Istana Merdeka Jakarta, Selasa (16/7/2019). (ANTARA News/Agus Salim)
"Saudara-saudara adalah penjaga masa depan bangsa ini. Kejayaan Indonesia sudah ada di depan mata tetapi harus diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas," kata Presiden Jokowi pada pelantikan Perwira Remaja 2019 di halaman Istana Merdeka Jakarta, Selasa.
Kepala Negara menegaskan ada masa depan yang penuh harapan tapi juga penuh dengan tantangan-tantangan besar.
"Tantangan yang kita hadapi ke depan semakin berat. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat, bahkan maha cepat," katanya.
Atas nama pribadi, masyarakat, bangsa dan negara, Presiden Jokowi menyampaikan selamat atas pelantikan para ksatria muda sebagai Perwira Remaja TNI dan Polri.
"Saudara-saudara sudah melalui proses penyaringan yang sangat ketat selama menjadi taruna. Perjuangan saudara-saudara juga sangatlah berat, saya tahu. Gemblengan untuk saudara saudara juga sangatlah hebat," katanya.
Menurut dia, gemblengan yang membuat ketahanan mental dan fisik para perwira muda menjadi prima, menjadikannya sebagai putra/putri terbaik bangsa Indonesia.
"Karena itu saya sekali lagi mengucapkan selamat dan sukses. Dan saya bangga bisa melantik saudara saudara para ksatria muda," kata Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Wapres M Jusuf Kalla, Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Istri Wapres Mufidah Jusuf Kalla.
Presiden berpesan kepada para Perwira Remaja TNI/Polri agar sepanjang karir nanti, ingat perasaan bangga orang tua.
"Jangan pernah kecewakan orang tua, jangan pernah kecewakan bangsa Indonesia, jangan pernah kecewakan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya. Presiden Jokowi melantik Perwira Remaja lulusan Akademi Militer dan Akademi Kepolisian di halaman Istana Merdeka Jakarta, Selasa (16/7/2019). (ANTARA News/Agus Salim)
Pewarta : Agus Salim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua DPR RI Puan Maharani hadiri pelantikan Perwira TNI/Polri 2025 di Istana
23 July 2025 14:04 WIB
Panglima TNI benarkan perwira Paspampres lakukan pemerkosaan terhadap prajurit wanita
02 December 2022 5:56 WIB, 2022
Enam perwira polisi jadi tersangka "obstruction of justice" kasus Brigadir J
01 September 2022 13:59 WIB, 2022
16 perwira Polri ditempatkan di tempat khusus atas dugaan langgar etik
13 August 2022 11:40 WIB, 2022
Tiga perwira dimutasi di Polres Bukittinggi, salah satunya Kasat Narkoba yang ungkap kasus narkotika terbesar
06 June 2022 11:06 WIB, 2022