Kodam XVII Cenderawasih bantah ada helikopter yang ditembak KKSB
Selasa, 25 Juni 2019 22:54 WIB
Helikopter yang jatuh akibat terkena angin puting beliung pada tahun 2011, namun KKSB mengklaim berhasil menembak helikopter milik TNI. (Ist)
Jayapura (ANTARA) - Kapendam XVII Cenderawasih Kolonrl Infantro Muhamad Aidi menegaskan tidak ada helikopter milik TNI AD yang ditembak Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (kksb).
“ Itu berita hoax sehingga diharapkan masyarakat tidak mudah mempercayainya," kata Aidi di Jayapura, Selasa.
Dijelaskan, memang pernah ada insiden helikopter milik TNI AD mengalami kecelakaan tahun 2011 di Mapenduma, Kabupaten Nduga.
Dari data yang ada, insiden yang terjadi 16 Mei 2011 sekitar pukul 11.10 WIT bertempat di Distrik Mapenduma Kabupaten Nduga akibat pendaratan darurat yang dilakukan Helly Bell milik TNI AD jenis HA-5105 Nomor 412 dengan Co. 0418.45 S- 138.1470 E.
Helikopter itu dalam penerbangan Timika-Kenyam mengangkut sembilan penumpang dan tiga kru. Namun saat hendak mendarat (landing) tiba-tiba terjadi angin kencang (angin puting beliung) yang mengakibatkan pesawat terbalik.
Akibatnya helikopter yang dipiloti Kapten Pnb Supriadi mengalami kecelakaan, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Bangkai helikopter itu masih berada di Mapenduma.
Adapun nama-nama penumpang dan kru heli naas itu, yaitu Kapten Pnb Supriadi, Letda Pnb Abdi Darwin, Praka Muhadi, Adrianus, Sendina, Mamapale, Yantius, Rohyana, Danias, Yuas, Temarak dan Keadimun.
“ Itu berita hoax sehingga diharapkan masyarakat tidak mudah mempercayainya," kata Aidi di Jayapura, Selasa.
Dijelaskan, memang pernah ada insiden helikopter milik TNI AD mengalami kecelakaan tahun 2011 di Mapenduma, Kabupaten Nduga.
Dari data yang ada, insiden yang terjadi 16 Mei 2011 sekitar pukul 11.10 WIT bertempat di Distrik Mapenduma Kabupaten Nduga akibat pendaratan darurat yang dilakukan Helly Bell milik TNI AD jenis HA-5105 Nomor 412 dengan Co. 0418.45 S- 138.1470 E.
Helikopter itu dalam penerbangan Timika-Kenyam mengangkut sembilan penumpang dan tiga kru. Namun saat hendak mendarat (landing) tiba-tiba terjadi angin kencang (angin puting beliung) yang mengakibatkan pesawat terbalik.
Akibatnya helikopter yang dipiloti Kapten Pnb Supriadi mengalami kecelakaan, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Bangkai helikopter itu masih berada di Mapenduma.
Adapun nama-nama penumpang dan kru heli naas itu, yaitu Kapten Pnb Supriadi, Letda Pnb Abdi Darwin, Praka Muhadi, Adrianus, Sendina, Mamapale, Yantius, Rohyana, Danias, Yuas, Temarak dan Keadimun.
Pewarta : Evarukdijati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi: Lima warga Ilaga yang jadi korban penembakan mulai membaik
20 September 2019 15:57 WIB, 2019
Anggota KKSB Yusias Wandik tewas dalam kontak tembak, dia anak buah Egianus Kogoya
23 August 2019 15:16 WIB, 2019
Kasrem 162/WB pimpin penerimaan jenazah Praka Anumerta Sirwandi yang gugur dalam tugas di Papua
19 August 2019 13:04 WIB, 2019
Jenazah Pratu Sirwandi yang ditembak KKSB dievakuasi ke kampung halamannya
19 August 2019 7:39 WIB, 2019
Jenazah Briptu Hedar korban penyanderaan yang ditemukan meninggal dievakuasi ke Timika
13 August 2019 8:38 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB