Sembilan paket proyek Pemerintah Solok Selatan selesai lelang
Senin, 6 Mei 2019 14:17 WIB
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Martin Edi (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansya Akbar)
Padang Aro (ANTARA) - Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Martin Edi mengatakan sampai minggu pertama Mei 2019 baru sembilan paket tender sudah selesai lelang dan diumumkan pemenangnya.
"Hingga hari ini baru 32 paket yang didaftarkan untuk dilelang dan sembilan diantaranya sudah diumumkan pemenangnya dengan nilai Rp17,4 miliar," ujarnya di Padang Aro, Senin.
Paket tender yang sudah diumumkan pemenangnya yang terbesar adalah peningkatan struktur jalan BBI bumi perkemahan Camintoran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu dana senilai Rp8 miliar.
Selanjutnya peningkatan jalan Sigintir-Pasar Muaralabuh pada Dinas Pekerjaan Umum senilai Rp5,5 miliar.
Sedangkan tujuh paket lagi nilainya tidak sampai Rp1 miliar atau hanya Rp300 juta sampai Rp750 juta dan semuanya di PUPR.
Dia menjelaskan, keterlambatan proses lelang ini karena pada awal tahun standar dokumen secara nasional belum ditetapkan.
Sekarang, katanya, sudah ada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 07/PRT/M/2019 tentang standar dokumen.
Selain itu pemerintah setempat juga sudah memiliki Peraturan Bupati (Perbub) terkait standar dokumen ini.
Dia menambahkan, supaya pengerjaan paket proyek tidak mendesak di akhir tahun Bupati Solok Selatan sudah mengingatkan OPD agar secepatnya melakukan lelang.
"Saat apel pagi Bupati Muzni Zakaria sudah mengingatkan OPD agar segera mendaftarkan paket proyek untum dilelang supaya pembangunan juga secepatnya terlaksana," ujarnya.
"Hingga hari ini baru 32 paket yang didaftarkan untuk dilelang dan sembilan diantaranya sudah diumumkan pemenangnya dengan nilai Rp17,4 miliar," ujarnya di Padang Aro, Senin.
Paket tender yang sudah diumumkan pemenangnya yang terbesar adalah peningkatan struktur jalan BBI bumi perkemahan Camintoran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu dana senilai Rp8 miliar.
Selanjutnya peningkatan jalan Sigintir-Pasar Muaralabuh pada Dinas Pekerjaan Umum senilai Rp5,5 miliar.
Sedangkan tujuh paket lagi nilainya tidak sampai Rp1 miliar atau hanya Rp300 juta sampai Rp750 juta dan semuanya di PUPR.
Dia menjelaskan, keterlambatan proses lelang ini karena pada awal tahun standar dokumen secara nasional belum ditetapkan.
Sekarang, katanya, sudah ada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 07/PRT/M/2019 tentang standar dokumen.
Selain itu pemerintah setempat juga sudah memiliki Peraturan Bupati (Perbub) terkait standar dokumen ini.
Dia menambahkan, supaya pengerjaan paket proyek tidak mendesak di akhir tahun Bupati Solok Selatan sudah mengingatkan OPD agar secepatnya melakukan lelang.
"Saat apel pagi Bupati Muzni Zakaria sudah mengingatkan OPD agar segera mendaftarkan paket proyek untum dilelang supaya pembangunan juga secepatnya terlaksana," ujarnya.
Pewarta : Erik Ifansya Akbar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skema kerjasama Indonesia-Jerman, Wako Fadly Amran usulkan proyek pelestarian lingkungan
12 January 2026 19:04 WIB
Bank Nagari perkuat pembiayaan strategis proyek Flyover Sitinjau Lauik untuk majukan ekonomi Sumbar
12 December 2025 4:34 WIB
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman hadiri rapat gabungan Komisi DPRD terkait proyek PT Medco
24 November 2025 15:56 WIB
Wako Ramlan tegaskan sanksi jika terbukti terjadi pelanggaran proyek pembangunan di Bukittinggi
27 October 2025 18:01 WIB