Tahun ini, 2.000 anjing liar di Agam bakal dieliminasi
Rabu, 13 Februari 2019 21:12 WIB
Petugas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Agam sedang memberikan vaksinasi kepada anjing milik warga. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)
Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tahun ini menargetkan mengeliminasi 2.000 ekor anjing liar dalam mencegah rabies di daerah itu pada 2019.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Agam, Farid Muslim di Lubukbasung, Selasa, mengatakan 2.000 ekor anjing liar itu akan dieliminasi oleh petugas sesuai permintaan dari wali jorong atau kepala dusun dengan menggunakan satu kilogram racun.
"Anjing yang dieliminasi itu merupakan anjing liar. Setelah mati akan dikumpul dan dikuburkan di satu tempat," katanya.
Eliminasi itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 13 Tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Rabies.
Dalam Perda itu, anjing yang dieliminasi merupakan anjing liar dan tidak ada pemiliknya.
"Pada 2018 kita mengeliminasi 500 ekor anjing liar," tegasnya.
Ia menambahkan eliminasi ini untuk mengantisipasi gigitan anjing di daerah itu, sehingga kasus rabies akan berkurang.
Pada 2018 jumlah kasus gigitan hewan penular rabies 210 orang.
Sedangkan pada 2017 kasus gigitan hewan penular rabies 143 orang atau naik 67 orang.
"Hewan positif rabies pada 2018 sebanyak 14 ekor dan sebelumnya hanya enam ekor. Ini berdasarkan pemeriksaan anjing, kucing dan kera di Laboratorium Kesehatan Hewan Kecamatan Baso," katanya.
Selain eliminasi, tambahnya, Dinas Pertanian Agam juga memberikan vaksinasi untuk 7.000 ekor hewan penular rabies dan pemberian vaksinasi itu secara gratis.
Populasi anjing di daerah itu 32.707 ekor yang tersebar di 16 kecamatan.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Membangun Bersama Membela Bangsa Agam, Lukman memberikan apresiasi kepada dinas terkait melakukan eliminasi dan vaksinasi.
Dengan cara itu, masyarakat terhindar dari gigitan anjing liar atau hewan penular rabies.
"Eliminasi seluruh anjing liar yang berkeliaran di permukiman masyarakat," katanya. (*)
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Agam, Farid Muslim di Lubukbasung, Selasa, mengatakan 2.000 ekor anjing liar itu akan dieliminasi oleh petugas sesuai permintaan dari wali jorong atau kepala dusun dengan menggunakan satu kilogram racun.
"Anjing yang dieliminasi itu merupakan anjing liar. Setelah mati akan dikumpul dan dikuburkan di satu tempat," katanya.
Eliminasi itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 13 Tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Rabies.
Dalam Perda itu, anjing yang dieliminasi merupakan anjing liar dan tidak ada pemiliknya.
"Pada 2018 kita mengeliminasi 500 ekor anjing liar," tegasnya.
Ia menambahkan eliminasi ini untuk mengantisipasi gigitan anjing di daerah itu, sehingga kasus rabies akan berkurang.
Pada 2018 jumlah kasus gigitan hewan penular rabies 210 orang.
Sedangkan pada 2017 kasus gigitan hewan penular rabies 143 orang atau naik 67 orang.
"Hewan positif rabies pada 2018 sebanyak 14 ekor dan sebelumnya hanya enam ekor. Ini berdasarkan pemeriksaan anjing, kucing dan kera di Laboratorium Kesehatan Hewan Kecamatan Baso," katanya.
Selain eliminasi, tambahnya, Dinas Pertanian Agam juga memberikan vaksinasi untuk 7.000 ekor hewan penular rabies dan pemberian vaksinasi itu secara gratis.
Populasi anjing di daerah itu 32.707 ekor yang tersebar di 16 kecamatan.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Membangun Bersama Membela Bangsa Agam, Lukman memberikan apresiasi kepada dinas terkait melakukan eliminasi dan vaksinasi.
Dengan cara itu, masyarakat terhindar dari gigitan anjing liar atau hewan penular rabies.
"Eliminasi seluruh anjing liar yang berkeliaran di permukiman masyarakat," katanya. (*)
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Padang Pariaman vaksinasi ratusan anjing-kucing pasca 10 warga kena gigitan
22 August 2025 16:23 WIB
Gegara lansia digigit anjing, sejumlah institusi di Tanjungpinang kena imbas
10 August 2025 22:48 WIB
Perbedaan signifikan klinis antara kucing dan anjing terinfeksi rabies
23 January 2025 15:37 WIB, 2025