Mendikbud Sanggah Ada Arisan Kuota Mengajar
Rabu, 27 Februari 2013 16:04 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. (Antara)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan tidak mungkin ada arisan dalam memenuhi kuota 24 jam mengajar.
"Kalau sistem arisan, rasa-rasanya agak susah karena ada yang tidak dapat," ujar Mendikbud di Jakarta, Rabu.
Pernyataan Mendikbud tersebut menanggapi adanya arisan yang dilakukan para guru bersertifikasi di Bukittingi, Sumatera Barat, untuk memenuhi kuota mengajar 24 jam.
"Rasa-rasanya tidak mungkin ada arisan kuota mengajar. Tapi nanti kita akan cek ke lapangan untuk memastikannya," ucap mantan Rektor ITS Surabaya ini.
Dia menjelaskan secara administratif hal itu dilakukan per tahun, namun diverifikasi per semester untuk menentukan tunjangan profesi yang didapat.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bukittinggi Ellia Makmur mengatakan sebelum sistem arisan dibentuk, sekitar 70 dari 1.232 guru bersertifikasi tidak kebagian jatah mengajar yang memadai, sehingga sulit untuk memenuhi kewajiban 24 jam mengajar dalam sepekan. Pasalnya, jadwal mengajar sudah penuh.
Sesuai aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guru yang telah bersertifikasi diharapkan mampu memenuhi kewajiban mengajar 24 jam dalam sepekan. Oleh karena itu, mereka membentuk sistem arisan untuk memenuhi kewajiban kuota itu, sehingga semua guru bisa menikmati tunjangan sertifikasi. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sanggah tudingan Habib Rizieq, KPU minta pasangan calon kirim saksi ke Arab Saudi
01 April 2019 21:37 WIB, 2019
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Siswa di Mosul Irak Berjuang Lanjutkan Pendidikan di Tengah Ancaman IS
06 January 2018 9:33 WIB, 2018
Tempatkan Instruktur Pejabat, Pemkab "Keroyok" Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan
30 December 2017 10:41 WIB, 2017
Sekda Agam Panggil Kepala SMKN2 Terkait Penerapan Sanksi Ujian di Lapangan
07 December 2017 21:08 WIB, 2017