Unggan seribu bukit jadi motif unggulan songket Unggan dari Sijunjung
Jumat, 30 November 2018 13:41 WIB
Songket Unggan. (ANTARA SUMBAR/Syahrul Rahmat/18)
Sijunjung, (Antaranews Sumbar) - Motif Unggan Seribu Bukit merupakan salah satu motif unggulan yang digunakan sebagai motif tenunan Songket Unggan yang berasal dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.
"Uniknya Songket Unggan dari pada songket lain yang ada di Sumbar adalah dari motif yang digunakan, kami menggunakan motif bernama Unggan Seribu Bukit," kata salah seorang pengusaha Songket Unggan, Indrayeni di Sijunjung, Jumat.
Ia menyebutkan, motif Unggan Seribu Bukit berangkat dari motif kaligrafi yang kemudian diadaptasi dan dituangkan ke dalam bentuk tenunan.
Dalam memproduksi songket, ia menambahkan pihaknya juga menggunakan berbagai motif lain, ada motif lama dan juga motif baru.
Selain motif Unggan Seribu Bukit, motif lain yang juga hanya digunakan di daerah tersebut adalah motif Aka Salimpek.
Indrayeni yang sudah mulai menenun semenjak tahun 1993 itu menuturkan, pada periode awal menenun ia menemui banyak kendala, seperti pemasaran serta kesulitan untuk memperoleh bahan.
Setelah berjalan beberapa tahun, menurut dia, barulah pihaknya memulai berbagai inovasi untuk mendongkrak penjualan tenunan tersebut.
Beberapa inovasi yang dilakukan diantaranya adalah memodifikasi tenunan dengan menggabungkan teknik sulam dan bordir.
Selain itu, hasil tenunan juga diolah menjadi beraneka souvenir, seperti tas serta sandal yang dihias dengan tenunan songket.
"Pada 2007 kami mulai dilirik oleh pemerintah dan kemudian baru diberikan bantuan serta pembinaan, sehingga membantu meningkatkan penjualan," ujarnya.
Sebelumnya, pada tahun 2016 Pemkab Sijunjung mematenkan sebanyak 30 motif kerajinan Tenun Unggan.
Motif tersebut merupakan kreasi yang digali dari filosofi kearifan lokal masyarakat setempat, dengan tetap memperhatikan unsur estetika dan keindahan tenunan yang dihasilkan oleh pengrajin. (*)
"Uniknya Songket Unggan dari pada songket lain yang ada di Sumbar adalah dari motif yang digunakan, kami menggunakan motif bernama Unggan Seribu Bukit," kata salah seorang pengusaha Songket Unggan, Indrayeni di Sijunjung, Jumat.
Ia menyebutkan, motif Unggan Seribu Bukit berangkat dari motif kaligrafi yang kemudian diadaptasi dan dituangkan ke dalam bentuk tenunan.
Dalam memproduksi songket, ia menambahkan pihaknya juga menggunakan berbagai motif lain, ada motif lama dan juga motif baru.
Selain motif Unggan Seribu Bukit, motif lain yang juga hanya digunakan di daerah tersebut adalah motif Aka Salimpek.
Indrayeni yang sudah mulai menenun semenjak tahun 1993 itu menuturkan, pada periode awal menenun ia menemui banyak kendala, seperti pemasaran serta kesulitan untuk memperoleh bahan.
Setelah berjalan beberapa tahun, menurut dia, barulah pihaknya memulai berbagai inovasi untuk mendongkrak penjualan tenunan tersebut.
Beberapa inovasi yang dilakukan diantaranya adalah memodifikasi tenunan dengan menggabungkan teknik sulam dan bordir.
Selain itu, hasil tenunan juga diolah menjadi beraneka souvenir, seperti tas serta sandal yang dihias dengan tenunan songket.
"Pada 2007 kami mulai dilirik oleh pemerintah dan kemudian baru diberikan bantuan serta pembinaan, sehingga membantu meningkatkan penjualan," ujarnya.
Sebelumnya, pada tahun 2016 Pemkab Sijunjung mematenkan sebanyak 30 motif kerajinan Tenun Unggan.
Motif tersebut merupakan kreasi yang digali dari filosofi kearifan lokal masyarakat setempat, dengan tetap memperhatikan unsur estetika dan keindahan tenunan yang dihasilkan oleh pengrajin. (*)
Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor : Miko Elfisha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UNAND-UNIDHA berkolaborasi pemberdayaan pengembangan usaha Tenun Unggan
13 September 2024 22:56 WIB, 2024
Sijunjung tampilkan tari unggan bagurau di arena jambore PKK, khas kesenian daerah
19 June 2019 8:23 WIB, 2019
Songket unggan Sijujung disuguhkan di pameran TKRN 2018, banyak peminat
20 September 2018 11:54 WIB, 2018
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Info tol Trans Sumatera, puncak mudik Tol Kayuagung-Palembang capai 18.500 kendaraan
19 March 2026 16:34 WIB
Pusdiklat Grha Samantha Giri Padang bagikan makanan "pabukoan" di kawasan Kota Tua (Video)
02 March 2026 14:16 WIB
Penerbangan ke Timur Tengah di Soetta terjadi penundaan dampak ketegangan kawasan
01 March 2026 10:17 WIB