Kekhawatiran Akbar terhadap suara Golkar
Kamis, 27 September 2018 21:41 WIB
Akbar Tanjung. (ANTARA FOTO)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Sesepuh Partai Golkar Akbar Tanjung khawatir suara Partai Golkar akan menurun drastis pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 karena kasus tindak pidana korupsi yang menjerat sejumlah kader Golkar.
"Saya khawatir orang-orang Golkar yang terlibat korupsi akan menggerus suara dan citra Golkar di mata masyarakat," kata Akbar Tanjung yang menjabat Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Akbar sedih lantaran sejumlah petinggi Golkar terjerat kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Akbar juga memperhatikan sikap petinggi Partai Golkar yang belum mengambil tindakan tegas terhadap kader yang terjerat kasus korupsi.
"Harusnya ada sanksi tegas kepada mereka yang terjerat kasus korupsi," tegas Akbar.
Mantan Ketua DPR RI itu menilai para petinggi Partai Golkar seperti tidak menganggap penting kasus korupsi.
Akbar mempertanyakan slogan "Golkar Bersih" padahal sejumlah kadernya terlibat korupsi yang saat ini menjalani penahanan.
Diketahui, sejumlah elite Partai Golkar terlibat kasus tindak pidana korupsi seperti Setya Novanto, Idrus Marham, Fayakun Andriadi, dan Eni L Saragih tapi belum diberikan sanksi tegas.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto belum mengambil tindakan tegas maupun sanksi terhadap kader yang terindikasi terlibat tindak pidana korupsi. (*)
"Saya khawatir orang-orang Golkar yang terlibat korupsi akan menggerus suara dan citra Golkar di mata masyarakat," kata Akbar Tanjung yang menjabat Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Akbar sedih lantaran sejumlah petinggi Golkar terjerat kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Akbar juga memperhatikan sikap petinggi Partai Golkar yang belum mengambil tindakan tegas terhadap kader yang terjerat kasus korupsi.
"Harusnya ada sanksi tegas kepada mereka yang terjerat kasus korupsi," tegas Akbar.
Mantan Ketua DPR RI itu menilai para petinggi Partai Golkar seperti tidak menganggap penting kasus korupsi.
Akbar mempertanyakan slogan "Golkar Bersih" padahal sejumlah kadernya terlibat korupsi yang saat ini menjalani penahanan.
Diketahui, sejumlah elite Partai Golkar terlibat kasus tindak pidana korupsi seperti Setya Novanto, Idrus Marham, Fayakun Andriadi, dan Eni L Saragih tapi belum diberikan sanksi tegas.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto belum mengambil tindakan tegas maupun sanksi terhadap kader yang terindikasi terlibat tindak pidana korupsi. (*)
Pewarta : Taufik Ridwan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN UP3 Payakumbuh nyalakan listrik di pelosok Tanah Datar, 15 KK di Tanjung Modangkini nikmati terang setelah puluhan tahun
06 May 2026 15:53 WIB
Kementerian ATR/BPN Jadi "Supporting" utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat
13 April 2026 13:21 WIB
Lapas Tanjung Pati kolaborasi dengan Kantor Imigrasi Agam pasarkanproduk warga binaan
06 March 2026 15:57 WIB
Dapat hibah lahan dari keluarga Dony Oskaria, Sekolah Rakyat di Tanjung Alam disetujui Kemensos
25 February 2026 18:04 WIB
Wakil Yuridis Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan Puldadis PTSL 2026 di Nagari Tanjung Beringin
24 February 2026 13:50 WIB