Hinca akui ada ajakan Golkar kepada Demokrat untuk gabung koalisi Jokowi
Kamis, 12 Juli 2018 12:30 WIB
Hinca Panjaitan. (cc)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan Partai Golkar mengajak partainya bergabung dalam koalisi parpol yang mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden di Pemilu Presiden 2019, yang disampaikan dalam pertemuan kedua pimpinan parpol tersebut pada Selasa (10/7).
"Apakah benar ada ajakan kepada pak Jokowi, itu betul. Jadi dari Demokrat sudah disampaikan oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahwa kami tidak mempunyai capres, kami menyiapkan cawapres," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan pertemuan tersebut dibicarakan berkaitan dengan pilpres dengan substansinya saling bertukar informasi dari Airlangga selaku Ketum Golkar maupun dari SBY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.
Menurut dia, saat ini ada dua capres yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto, serta ada kemungkinan muncul selain keduanya.
"Di ujung kami bersepakat akan ada pertemuan lagi jelang tanggal 4 Agustus, salah satu hal yang dibahas yaitu kapan pasangan itu akan diumumkan," ujarnya.
Dia membantah bahwa dalam pertemuan itu ada penawaran portofolio menteri di kabinet kedepan, namun hanya membicarakan bagaimana sebaiknya koalisi dibangun.
Menurut dia, Demokrat berpandangan bahwa berkoalisi itu harus bersama-sama membicarakan program dalam lima tahun kedepan.
"Jangan lupa bahwa Demokrat punya 10 persen lebih suara, sehingga kita bisa mendiskusikan banyak sekali tentang hal-hal yang kita anggap penting," tuturnya.
Hinca juga membantah kabar bahwa dalam pertemuan tersebut membicarakan opsi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak menjadi cawapres, tapi dijadikan menteri.
Menurut dia, dalam pertemuan itu tidak membicarakan orang-perorang dan tidak bicara jatah politik yang akan diperoleh.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membahas Pilpres 2019 dengan SBY di rumah SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (10/7).
"Kami komunikasi saja. Komunikasi mengenai keadaan politik. Ini kan kerja sama antarpartai selalu terbuka komunikasi," ujar Airlangga seusai melakukan pertemuan tertutup dengan SBY.
Airlangga mengatakan belum ada tawaran yang diajukan Golkar kepada Demokrat untuk masuk koalisi pendukung Jokowi. Menurut dia, semuanya masih "cair". (*)
"Apakah benar ada ajakan kepada pak Jokowi, itu betul. Jadi dari Demokrat sudah disampaikan oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahwa kami tidak mempunyai capres, kami menyiapkan cawapres," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan pertemuan tersebut dibicarakan berkaitan dengan pilpres dengan substansinya saling bertukar informasi dari Airlangga selaku Ketum Golkar maupun dari SBY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.
Menurut dia, saat ini ada dua capres yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto, serta ada kemungkinan muncul selain keduanya.
"Di ujung kami bersepakat akan ada pertemuan lagi jelang tanggal 4 Agustus, salah satu hal yang dibahas yaitu kapan pasangan itu akan diumumkan," ujarnya.
Dia membantah bahwa dalam pertemuan itu ada penawaran portofolio menteri di kabinet kedepan, namun hanya membicarakan bagaimana sebaiknya koalisi dibangun.
Menurut dia, Demokrat berpandangan bahwa berkoalisi itu harus bersama-sama membicarakan program dalam lima tahun kedepan.
"Jangan lupa bahwa Demokrat punya 10 persen lebih suara, sehingga kita bisa mendiskusikan banyak sekali tentang hal-hal yang kita anggap penting," tuturnya.
Hinca juga membantah kabar bahwa dalam pertemuan tersebut membicarakan opsi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak menjadi cawapres, tapi dijadikan menteri.
Menurut dia, dalam pertemuan itu tidak membicarakan orang-perorang dan tidak bicara jatah politik yang akan diperoleh.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membahas Pilpres 2019 dengan SBY di rumah SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (10/7).
"Kami komunikasi saja. Komunikasi mengenai keadaan politik. Ini kan kerja sama antarpartai selalu terbuka komunikasi," ujar Airlangga seusai melakukan pertemuan tertutup dengan SBY.
Airlangga mengatakan belum ada tawaran yang diajukan Golkar kepada Demokrat untuk masuk koalisi pendukung Jokowi. Menurut dia, semuanya masih "cair". (*)
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR duga polisi tembak warga di Kalteng karena ingin beli sabu
18 December 2024 12:48 WIB, 2024
Jokowi tunjuk Erick Thohir jadi Menko Marves Ad-Interim gantikan Luhut
11 October 2023 17:18 WIB, 2023
Subsidi kendaraan listrik dikritik, Menko Luhut: jangan lawan arus dunia
09 May 2023 19:27 WIB, 2023
Organ tubuh almarhum Brigadir Yoshua akan dibawa ke Jakarta untuk diperiksa
27 July 2022 7:23 WIB, 2022