186 orang tewas akibat banjir di Kenya
Jumat, 8 Juni 2018 8:35 WIB
Ilustrasi - (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)
Nairobi, Kenya, (Antaranews Sumbar) - Jumlah korban jiwa akibat hujan lebat dan banjir di seluruh Kenya bertambah menjadi 186 orang dan sebanyak 800.000 orang telah terpengaruh, kata badan kemanusiaan PBB pada Kamis (7/6).
Mengutip dari Masyarakat Palang Merah Kenya (KRCS), Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan jumlah tersebut meliputi tak kurang dari 300.000 orang yang telah kehilangan tempat tinggal dan hampir 100 yang cedera, meskipun banyak dari mereka yang mengungsi telah mulai pulang ke rumah mereka.
Anak-anak telah sangat terpengaruh. Ada laporan mengenai anak-anak yang terpisah dan tanpa pendamping akibat banjir dan meningkatkan risiko perlindungan buat perempuan serta anak perempuan," kata OCHA dalam Flash Update-nya.
Hujan lebat yang mulai mengguyur pada April telah melumpuhkan transportasi di beberapa bagian negeri tersebut, kata Xinhua.
Petugas prakiraan cuaca menyatakan pola cuaca saat ini mungkin masih berlanjut untuk beberapa waktu.
Menurut statistik resmi, lebih dari 739 gedung sekolah telah ditutup untuk sementara akibat banjir, yang mengganggu kegiatan belajar-mengajar untuk lebih dari 100.000 anak.
Kebanyakan kabupaten yang terpengaruh oleh banjir meliputi Garissa, Isiolo, Kisumu, Mandera, Marsabit, Narok, Samburu, Taita-Taveta, Sungai Tana, Turkana, Wajir dan Pokot-Barat, kata Pusat Operasi Bencana Nasional.
"Mitra kesehatan tetap prihatin mengenai peningkatan resiko darurat kesehatan, termasuk wabah kolera di daerah yang terpengaruh, gara-gara kebersihan yang buruk dan kurangnya akses ke air bersih," kata OCHA. (*)
Mengutip dari Masyarakat Palang Merah Kenya (KRCS), Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan jumlah tersebut meliputi tak kurang dari 300.000 orang yang telah kehilangan tempat tinggal dan hampir 100 yang cedera, meskipun banyak dari mereka yang mengungsi telah mulai pulang ke rumah mereka.
Anak-anak telah sangat terpengaruh. Ada laporan mengenai anak-anak yang terpisah dan tanpa pendamping akibat banjir dan meningkatkan risiko perlindungan buat perempuan serta anak perempuan," kata OCHA dalam Flash Update-nya.
Hujan lebat yang mulai mengguyur pada April telah melumpuhkan transportasi di beberapa bagian negeri tersebut, kata Xinhua.
Petugas prakiraan cuaca menyatakan pola cuaca saat ini mungkin masih berlanjut untuk beberapa waktu.
Menurut statistik resmi, lebih dari 739 gedung sekolah telah ditutup untuk sementara akibat banjir, yang mengganggu kegiatan belajar-mengajar untuk lebih dari 100.000 anak.
Kebanyakan kabupaten yang terpengaruh oleh banjir meliputi Garissa, Isiolo, Kisumu, Mandera, Marsabit, Narok, Samburu, Taita-Taveta, Sungai Tana, Turkana, Wajir dan Pokot-Barat, kata Pusat Operasi Bencana Nasional.
"Mitra kesehatan tetap prihatin mengenai peningkatan resiko darurat kesehatan, termasuk wabah kolera di daerah yang terpengaruh, gara-gara kebersihan yang buruk dan kurangnya akses ke air bersih," kata OCHA. (*)
Pewarta : Antara/Xinhua-OANA
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Pemprov Sumbar Targetkan Penyintas Banjir Sudah Tempati Huntara Sebelum Puasa
04 February 2026 16:22 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB