Ketua DPRD : UMMY bisa menjadi kampus negeri, asal...
Selasa, 15 Mei 2018 20:19 WIB
Rektor UMMY Prof. Dr. H. Elvi Sahlan Ben, Apt (ANTARA SUMBAR/Istimewa)
Solok, (Antaranews Sumbar) - Ketua DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Hardinalis Kobal mengatakan Universitas Mahaputra Muhammmad Yamin (UMMY) bisa menjadi kampus negeri jika meningkatkan kualitas dan kuantitas serta memenuhi standar persyaratan.
"Kami akan berusaha untuk menjadikan UMMY kampus negeri. Walaupun memang membutuhkan waktu dan adanya persyaratan yang mesti dipenuhi," kata Hardinalis Kobal di Solok, Selasa saat memberikan sambutan pada wisuda UMMY yang ke- 50.
Ia mengaku sudah membicarakan dengan bupati karena perlu dukungan Pemerintah daerah kota dan kabupaten setempat untuk memikirkan UMMY demi kemajuan ke depannya, sebutnya.
Untuk mengubah status menjadi kampus negeri UMMY tentu harus membenahi kampus mulai dari sarana prasarana kuliah, gedung, tenaga pengajar, dan sistem perkuliahannya.
Menurutnya, yang harus membesarkan nama kampus UMMY adalah alumni itu sendiri. "Jika ingin membanggakan kampus, harus menjadi alumni yang membanggakan dan berprestasi," ujarnya.
Untuk membesarkan kampus, alumni UMMY berperan penting dalam menyebarluaskan sosialisasi perkuliahan UMMY dan menjadi orang sukses yang membanggakan.
"Begitulah cara kampus-kampus besar dalam memajukan universitasnya. Ketika mereka menjadi orang besar dan terkenal, mereka akan merekrut juniornya saat di wisuda untuk bekerja ditempatnya," ujarnya.
Kuliah bukan tergantung tempatnya, tapi tergantung bagaimana mahasiswa tersebut kuliah. Jadi, mahasiswa UMMY pun berkesempatan untuk meraih sukses dan menjadi orang yang berguna.
Sementara itu, Rektor UMMY Prof. Dr. H. Elvi Sahlan Ben, Apt mengatakan wisuda yang ke 50 ini mewisuda 160 orang lulusan pada wisuda sekaligus dies natalis atau hari ulang tahun kampus yang ke 34.
"160 orang lulusan terdiri dari 75 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 31 dari Fakultas Pertanian, dan 46 orang lulusan dari Fakultas Ekonomi," ujarnya.
Ia menyebutkan hingga wisuda ini, sudah 6514 lulusan di wisuda dari UMMY. Ia berpesan setelah wisuda, wisudawan akan memasuki kehidupan kerja, dunia yang kompleks, penuh kompetensi.
"Jadi, saudara sudah dibekali dengan kecerdasan pikiran, sosial, spiritual, mental sehingga akan mampu beradaptasi serta berkreasi dalam berkompetensi mencari kerja," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan mutu UMMY tidak terlepas dari kualitas tenaga pengajar, sarana dan prasarana perkuliahan. Ia berharap kerja sama yang dilakukan dengan UMMY akan membawa kepada memperkokoh proses pendidikan untuk masa yang akan datang.
Pada masa kini, orang yang akan berhasil yang memiliki kapabilitas, kompetensi dan keahlian, sebutnya. (*)
"Kami akan berusaha untuk menjadikan UMMY kampus negeri. Walaupun memang membutuhkan waktu dan adanya persyaratan yang mesti dipenuhi," kata Hardinalis Kobal di Solok, Selasa saat memberikan sambutan pada wisuda UMMY yang ke- 50.
Ia mengaku sudah membicarakan dengan bupati karena perlu dukungan Pemerintah daerah kota dan kabupaten setempat untuk memikirkan UMMY demi kemajuan ke depannya, sebutnya.
Untuk mengubah status menjadi kampus negeri UMMY tentu harus membenahi kampus mulai dari sarana prasarana kuliah, gedung, tenaga pengajar, dan sistem perkuliahannya.
Menurutnya, yang harus membesarkan nama kampus UMMY adalah alumni itu sendiri. "Jika ingin membanggakan kampus, harus menjadi alumni yang membanggakan dan berprestasi," ujarnya.
Untuk membesarkan kampus, alumni UMMY berperan penting dalam menyebarluaskan sosialisasi perkuliahan UMMY dan menjadi orang sukses yang membanggakan.
"Begitulah cara kampus-kampus besar dalam memajukan universitasnya. Ketika mereka menjadi orang besar dan terkenal, mereka akan merekrut juniornya saat di wisuda untuk bekerja ditempatnya," ujarnya.
Kuliah bukan tergantung tempatnya, tapi tergantung bagaimana mahasiswa tersebut kuliah. Jadi, mahasiswa UMMY pun berkesempatan untuk meraih sukses dan menjadi orang yang berguna.
Sementara itu, Rektor UMMY Prof. Dr. H. Elvi Sahlan Ben, Apt mengatakan wisuda yang ke 50 ini mewisuda 160 orang lulusan pada wisuda sekaligus dies natalis atau hari ulang tahun kampus yang ke 34.
"160 orang lulusan terdiri dari 75 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 31 dari Fakultas Pertanian, dan 46 orang lulusan dari Fakultas Ekonomi," ujarnya.
Ia menyebutkan hingga wisuda ini, sudah 6514 lulusan di wisuda dari UMMY. Ia berpesan setelah wisuda, wisudawan akan memasuki kehidupan kerja, dunia yang kompleks, penuh kompetensi.
"Jadi, saudara sudah dibekali dengan kecerdasan pikiran, sosial, spiritual, mental sehingga akan mampu beradaptasi serta berkreasi dalam berkompetensi mencari kerja," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan mutu UMMY tidak terlepas dari kualitas tenaga pengajar, sarana dan prasarana perkuliahan. Ia berharap kerja sama yang dilakukan dengan UMMY akan membawa kepada memperkokoh proses pendidikan untuk masa yang akan datang.
Pada masa kini, orang yang akan berhasil yang memiliki kapabilitas, kompetensi dan keahlian, sebutnya. (*)
Pewarta : Tri Asmaini
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kosabangsa UMMY-Unand dampingi pengolahan pakan ternak dengan bisozyme dan pelet indigofera di daerah 3 T
13 October 2023 17:02 WIB, 2023
PKM UMMY Solok produksi nanopropolis lebah galo-galo sebagai pemberdayaan ekonomi perempuan di Kabupaten Solok
09 October 2023 17:01 WIB, 2023
Hermanto ajak mahasiswa Solok pilih profesi wirausaha saat lulus dari kampus
10 August 2023 14:16 WIB, 2023
Wawako Solok buka secara resmi MTQ yang digelar Himpunan Mahasiswa UMMY Solok
14 April 2023 11:41 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
13 February 2026 17:47 WIB
Pemkot Solok terima 1.091 paket buku dan alat tulis untuk murid terdampak banjir
15 December 2025 22:44 WIB
TVRI kembangkan bakat seni siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 4 Padang
04 December 2025 19:33 WIB
Tanggal 25 November Hari Guru Nasional, ayo berikan ucapan selamat terbaik
24 November 2025 16:31 WIB