Painan, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat berencana merelokasi permukiman warga di sekitar pelabuhan Carocok Tarusan, Kecamatan Koto XI Tarusan, daerah setempat.


      "Saat ini di lokasi itu terdapat rumah-rumah penduduk, padahal dari hasil kajian lokasi tersebut merupakan pelabuhan zaman penjajahan bukan milik pribadi," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni di Painan, Selasa.


        Namun tambahnya, relokasi akan dilakukan setelah ada kesepakatan yang sama-sama menguntungkan baik bagi pemilik rumah atau pun pemerintah.


       "Kami telah menyiapkan dua hektare tanah yang tidak jauh dari lokasi, jika pemilik rumah berkenan maka permukiman mereka akan direlokasi ke sana," ujarnya.


       Hal tersebut dilaksanakan agar masyarakat tidak keberatan dan sama-sama merasa memiliki andil dalam penataan pelabuhan Carocok Tarusan.


       Menurutnya relokasi harus dilaksanakan selain untuk penataan kawasan, saat ini pelabuhan tersebut memiliki dua fungsi yaitu sebagai pelabuhan nelayan dan juga sebagai pelabuhan alternatif bagi wisatawan yang ingin berlayar di perairan Mandeh.


        "Jika pun nanti pemerintah kabupaten membangun pelabuhan khusus bagi wisatawan tentu saja banyak hal yang akan bisa dibangun di kawasan yang direlokasi, seperti membuat taman, perparkiran yang representatif dan lainnya," kata Hendrajoni.


       Pelabuhan Carocok Tarusan masuk ke dalam kawasan objek wisata Mandeh yang merupakan salah satu destinasi wisata andalan pemkab setempat, selain Pantai Carocok, Pasir Putih Kambang, Rumah Gadang Mandeh Rubiah dan lainnya.


       Di lokasi terdapat gugusan pulau dan masing-masing pulau memiliki keeksotisan tersendiri. Perairan Mandeh cukup tenang sehingga kecil kemungkinan wisatawan yang berlayar akan mabuk laut.


       Sejak Presiden Jokowi menginjakkan kakinya di kawasan itu pada Oktober 2015 kepopulerannya terus meroket bahkan Bupati Hendrajoni sering mengemukakan bahwa "Raja Ampatnya" Sumatera sebagai sebutan lainnya telah menjelma sebagai ikon pariwisata Sumatera Barat.


        "Jika belum ke Mandeh banyak yang berkata bahwa ia belum ke Sumatera Barat," katanya pada beberapa kesempatan. (*)