
Komisi VIII DPR RI tinjau lokasi banjir di Koto Ranah, warga sampaikan langsung keluh kesah

Painan (ANTARA) - Suasana Koto Ranah, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, pada Sabtu (6/12) pagi masih dipenuhi lumpur dan genangan air sisa banjir. Di tengah kondisi tersebut, rombongan Komisi VIII DPR RI hadir untuk melihat langsung dampak bencana dan mendengar keluhan warga.
Kunjungan dipimpin oleh Lisda Hendrajoni, yang menegaskan bahwa aspirasi serta kebutuhan warga terdampak harus ditangani secara cepat dan terukur. Kehadiran Lisda bersama jajaran anggota Komisi VIII menjadi angin segar bagi masyarakat yang beberapa hari terakhir berjibaku memulihkan keadaan.
Rombongan anggota Komisi VIII yang ikut serta antara lain Matindas J. Rumambi, Wibowo Prasetyo, Hj. Derta Rohidin, Erwin Aksa, Apt. Hj. Lale Syifaun Nufus, Dra. Hj. Wardatul Asriah, dan Hj. Sri Wulan. Mereka datang dengan agenda menyerap informasi terkait kerusakan serta kebutuhan mendesak di lapangan.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut Bupati Pesisir Selatan, Hendarajoni, yang sejak awal bencana terus berada di lapangan memimpin upaya penanganan. Sambutan hangat masyarakat membuat suasana kunjungan terasa hidup meski kondisi lingkungan masih memprihatinkan.
Warga tampak antusias menyampaikan keluh kesah mereka, termasuk kisah bagaimana air tiba-tiba naik pada malam hari hingga merendam rumah dan menghanyutkan barang-barang berharga yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun.
Lisda Hendrajoni terlihat berdialog langsung dengan warga. Ia mendengarkan satu per satu keluhan tanpa terburu-buru, membuat banyak warga merasa didengar dan diperhatikan di tengah situasi sulit.
Selain meninjau rumah-rumah warga, rombongan juga mengecek fasilitas umum yang terdampak, seperti akses jalan, jembatan kecil, serta bangunan ibadah. Beberapa titik dilaporkan masih belum bisa dilalui kendaraan roda empat akibat kerusakan.
Lisda menegaskan bahwa Komisi VIII akan mendorong sinergi cepat antara kementerian terkait, BNPB, dan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulihan berjalan efektif. Ia juga menekankan pentingnya percepatan penyaluran bantuan sosial bagi warga.
Menurutnya, bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah menyiapkan dukungan pemulihan trauma, terutama bagi anak-anak yang mengalami ketakutan saat banjir menerjang.
Rombongan turut meninjau posko pengungsian dan berdialog dengan relawan. Mereka memberikan apresiasi kepada tim penyelamat yang sejak hari pertama bekerja tanpa henti melindungi dan membantu warga.
Selain itu, Komisi VIII mendorong pelaksanaan mitigasi bencana secara lebih serius melalui edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Hal ini penting agar warga memiliki kemampuan antisipasi ketika bencana terjadi secara mendadak.
Bupati Hendarajoni menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Komisi VIII. Ia menyebut dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan dan perbaikan infrastruktur yang rusak.
Menutup kunjungan, Lisda menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Pesisir Selatan akan dibawa dalam rapat koordinasi nasional. Ia berkomitmen mengawal penyaluran bantuan dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pemulihan.
Kunjungan tersebut memberi harapan baru bagi warga Koto Ranah. Meski lingkungan masih dikelilingi puing dan genangan, kehadiran para wakil rakyat memberikan penguatan bahwa masyarakat tidak menghadapi bencana ini sendirian.
Pewarta: Ronaldo Putra
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
