Padang, (Antara Sumbar) - Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Padang, Sumatera Barat membuka diri berkoalisi dengan beberapa partai untuk bisa mengusung bakal calon wali kota dan wakil wali kota dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Padang 2018.

     "Dari partai kita sepakat mendukung Weno Aulia Durin untuk maju dan melakukan koordinasi dengan partai politik lain dalam Pilkada Padang 2018," kata Ketua DPD Golkar Kota Padang, Wahyu Iramana Putra ketika dihubungi dari Padang, Minggu.

     Ia mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Partai Keadilan Sehahtera (PKS) untuk menyandingkan bakal calon petahana Mahyeldi Ansharullah dengan Weno Aulia Durin.

     "Hingga saat ini koordinasi masih terus lakukan namun apabila pihak PKS atau Mahyeldi tidak ada kesepakatan maka kita akan cari partai lain," kata dia.

     Ia mengatakan pihaknya juga dapat berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang dengan menyandingkan Weno Aulia Durin dengan Ketua PAN Kota Padang Hendra Septa.

     "Ini adalah politik, semua kemungkinan dapat terjadi. Kita berikan waktu kepada Weno hingga 10 hari ke depan untuk menjalin komunikasi dengan beberapa partai," kata dia.

     Terkait dengan posisi yang akan diincar Weno Aulia Durin, ia mengatakan menyerahkan kepada anak mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin tersebut.

     "Apakah dia mau menjadi calon Wali Kota Padang atau Wakil Wali Kota Padang semua diserahkan kepadanya. Kita akan kerahkan kemampuan untuk mendukungnya dalam merealisasikan hal itu," katanya.

     Partai Golkar sendiri memiliki lima kursi di DPRD Padang yang diwakili oleh Wahyu Iramana Putra, Helmi Moesim, Helmi Moesim, Miswar Jambak dan Zulhardi Z Latif.

     Sementara salah satu syarat untuk mendukung Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Padang partai politik harus memiliki sebanyak sembilan kursi. (*)

Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor :
Copyright © ANTARA 2024