Pakar Sayangkan Penetapan Tersangka Luthfi Hasan Ishaaq
Kamis, 31 Januari 2013 20:29 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Pakar politik Saleh Partaonan Daulay menyayangkan penetapan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap daging sapi impor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Ironis karena pagi hari sebelumnya salah seorang petinggi PKS masih memberikan pernyataan di media bahwa partainya bersih. Namun, beberapa jam kemudian, presiden partai itu malah dinyatakan sebagai tersangka suap oleh KPK," kata Saleh Partaonan Daulay ketika dihubungi di Jakarta, Kamis.
Pengajar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan penetapan tersangka dan penangkapan Luthfi Hasan Ishaaq itu akan memiliki dua implikasi.
Pertama, kalau terbukti menerima suap, PKS tidak bisa lagi mengklaim dirinya sebagai partai bersih. Keterlibatan ketua umumnya dalam kasus ini secara langsung mendegradasi kepercayaan masyarakat terhadap PKS.
"Jangankan ketua umum, anggota biasa yang korupsi saja bisa memancing kemarahan masyarakat. Ini kan yang terlibat langsung ketua umumnya," tutur Saleh.
Karena itu, pada Pemilu 2014 dia memperkirakan PKS akan mengalami penurunan suara yang signifikan. Para pemilih primordialnya diyakini tidak akan terlalu militan seperti sebelumnya.
Apalagi, kata Saleh, hampir semua kader dan jamaah PKS adalah masyarakat terpelajar. Tanpa dimobilisasi, mereka bisa secara mandiri memberikan penilaian terhadap PKS.
Implikasi kedua dari kejadian itu, kata Saleh, secara tidak langsung akan muncul sikap skeptis terhadap partai-partai Islam. Harapan bahwa partai Islam bisa lebih baik, akan sirna.
Pada akhirnya, terbangun kesadaran kolektif bahwa semua partai itu sama. Pada titik ini, tidak hanya PKS yang dirugikan, tetapi juga partai Islam lainnya.
"Yang berbahaya adalah jika masyarakat menilai bahwa partai-partai itu hanya 'menjual' Islam. Sementara, perilaku dan perjuangan politiknya jauh dari nilai-nilai keislaman," ujarnya. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PWI Dharmasraya sayangkan pemda, diundang acara resmi namun tak disediakan tempat
28 October 2025 14:55 WIB
Mahasiswa sayangkan Baznas Pesisir Selatan belum juga cairkan beasiswa
18 January 2025 10:58 WIB, 2025
Kemenag sayangkan banyak riset dosen hanya sebatas pemenuhan kewajiban
14 January 2025 16:29 WIB, 2025
Shin Tae-yong sayangkan kartu merah Ferarri saat dikalahkan Filipina
22 December 2024 13:57 WIB, 2024
DPRD Pasaman Barat sayangkan BKPSDM tidak perjuangkan PPPK tenaga kesehatan
03 October 2024 15:57 WIB, 2024
Ketua Forlita Agam sayangkan kebijakan pelarangan jilbab bagi anggota Paskibraka
16 August 2024 16:02 WIB, 2024
Anggota DPD Dailami Firdaus sayangkan pelepasan jilbab anggota Paskibraka
14 August 2024 19:21 WIB, 2024