Pengamat: Kasus Luthfi Berdampak Besar Bagi PKS
Kamis, 31 Januari 2013 14:18 WIB
Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. (ANTARA)
Padang, (ANTARA) - Pengamat politik Universitas Andalas Padang Edi Indrizal menilai kasus yang menimpa presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq atas penetapan sebagai tersangka oleh KPK memiliki dampak besar bagi partai itu.
Jika kasus serupa terjadi pada partai lain dampaknya tidak terlalu besar, namun karena hal ini terjadi pada partai yang mengusung ideologi Islam pengaruhnya signifikan bagi perolehan suara PKS pada pemilu 2014, kata dia di Padang, Kamis.
Menurut dia, karena selama ini PKS dikenal sebagai partai yang mengusung ideologi Islam dan belum ada dari jajaran pengurus yang tersangkut masalah korupsi, mengakibatkan kasus ini mendapat perhatian besar publik.
Ia memperkirakan, suara PKS pada 2014 akan mengalami penurunan dan diprediksi PKS akan berada diluar lima besar.
Menurut dia, berdasarkan survei sebelumnya, partai Nasdem berhasil masuk pada urutan lima besar dan mengalahkan PKS.
Tetapi akibat, kisruh internal yang berujung pada keluarnya Hary Tanoesoedibjo, posisi Partai Nasdem kembali berhasil diambil oleh PKS.
"Namun, dengan adanya kasus ini prediksi perolehan suara PKS kembali turun," kata dia yang merupakan Koordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) Sumbar , Riau, Jambi dan Kepulauan Riau.
Tetapi dipastikan tidak ada partai yang diuntungkan atas kasus yang menimpa PKS. Yang terjadi adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik semakin turun.
Jika sebelumnya, ada yang berharap pada partai baru seperti Nasdem, ternyata secara internal belum kuat, dan saat masyarakat mencoba mencari alternatif dengan melirik partai berideologi Islam, dengan kejadian ini akan muncul anggapan semua partai politik sama saja, kata dia.
Bagi internal PKS sendiri kasus ini juga akan berpengaruh karena selama ini telah ada semacam faksi ditubuh partai itu, kata dia.
Ia memandang terjadinya kasus ini pada PKS ,sejak partai tersebut mengubah pandangan bahwa untuk meningkatkan perolehan suara harus didukung dengan dana yang besar.
Akibatnya para pengurus harus mencari sumber-sumber dana untuk mendukung operasional partai agar tetap dapat berjalan. (*/wan/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018