Jakarta, (AntaraSumbar) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) meluncurkan portal Bela Negara guna mengantisipasi maraknya penyebaran paham radikalisme melalui internet, di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa.


         Portal Bela Negara ini dibangun Kemhan dengan menggunakan platform karya anak bangsa yaitu bekerja sama dengan PT iBolz Digital Indonesia. Portal tersebut meliputi 6 in 1 yang terdiri dari Bela Negara TV, Bela Negara Web Portal (http://belanegara.kemhan.go.id), Bela Negara Chat (BN Chat), Bela Negara Admin Tools, Kementerian Pertahanan TV (Kemhan TV) dan iBolz Indonesia.


         Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, peluncuran portal ini bertujuan untuk memperluas penyebaran informasi program Bela Negara, sekaligus upaya Kemhan dalam menangkal paham radikalisme.


         "Sekarang zamannya teknologi. Penyebaran radikalisme oleh para teroris juga menggunakan teknologi tivi, online, kita juga gunakan teknologi untuk menangkalnya, itu alasannya," ujar Ryamizard.


         Ia mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada, termasuk teknologi untuk mengenalkan program Bela Negara yang bersifat 'soft power' guna mewujudkan pertahanan negara yang tangguh.


         "Portal Bela negara ini diharapkan masyarakat mengenal lebih dekat tentang Bela Negara, masyarakat juga bisa memberikan saran dan masukan," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.


    Ryamizard juga menambahkan, portal ini juga memberikan ruang kepada masyarakat luas yang ingin terlibat dalam Bela Negara untuk ikut mendaftar. "Harapannya bagaimana seluruh rakyat Indonesia mencintai Tanah Air, bangga kepada bangsa, dan negara. Sebab, setelah reformasi Pancasila itu seolah-olah tidak ada lagi. Akibatnya, paham radikalisme mulai masuk. Nah dengan bela negara ini, kita cuci lagi," ucapnya.


         Menhan menambahkan, Bela Negara merupakan program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, dan juga merupakan salah satu Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2015-2019.


         Direktur PT iBolz Digital Indonesia IGG Adiwijaya mengatakan, pembuatan portal ini merupakan salah satu upaya pihaknya mendukung dan menyukseskan Program Bela negara.


         "Ini adalah kewajiban kami sebagai warga negara. Kami sudah diskusikan dan uji coba selama tiga bulan," ucapnya. (*)