La Ode Kecam Penembakan Nelayan di Papua
Rabu, 16 Januari 2013 15:13 WIB
La Ode Ida. (ANTARA)
Jakarta, (ANTARA) - Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida mengecam penembakan terhadap tujuh nelayan tradisional di perairan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat , yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI.
"Belum diketahui apa motif penembakan tersebut. Saya akan membantu mengkonsultasikannya dengan Komnas HAM untuk mengetahui motifnya," kata La Ode Ida, di ruang kerjanya di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.
La Ode Ida mengatakan hal tersebut disela pengaduan dua dari tujuh nelayan tradisional korban penembakan yang selamat, yakni La Udin dan La Amo.
Mereka didampingi oleh kuasa hukumnya, Hasyim Jamaluddin dan Effendy serta Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Pusat La Ode Jene Hasman serta Sekretaris KKST Kabupaten Sorong La Ode Ghodohi.
Menurut La Ode Ida, insiden penembakan ini sungguh menyeramkan dan harus diusut tuntas agar agar tidak menjadi preseden buruk.
Pada kesempatan tersebut, dua korban yang selamat menyampaikan pengaduannya dan meminta bantuan kepada pimpinan DPD RI.
Menurut dua korban penembakan yang selamat, insiden penembakan terjadi di perairan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, pada Kamis, 20 Desember 2012, sekitar pukul 19.00 WIT.
Ketujuh nelayan tersebut adalah nelayan tradisional dari Kecamatan Pulau Buaya, Kabupaten Sorong, Papua Barat, yang mencari ikan di perairan Kepulauan Raja Ampat.
Mereka yang sedang mencari ikan dengan perahu motor dituduh membawa bom ikan sehingga kemudian ditembak.
"Sungguh kami tidak membawa bom ikan," kata La Udin dan La Amo.
Menurut keduanya, akibat penembakan tersebut lima teman mereka tewas yakni, La Nuni, La Jaka, La Edi, La Diri, dan serta seorang anak berusia 12 tahun La Tula, yang jenazahnya baru ditemukan pada 26 Desember 2012.
Sekretaris KKST Kabupaten Sorong, La Ode Ghodohi menambahkan, korban penembakan yang selamat juga sudah mengadukan insiden tersebut kepada Komnas HAM, di Jakarta, pada Selasa (15/1). (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ombudsman RI minta pemerintah keluarkan larangan masuk wisatawan China
27 January 2020 6:27 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018